BALIEXPRESS.ID-Seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Buleleng, Ni Ketut Nurhayati, 39, dilaporkan tewas di Malaysia.
Mendiang diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh.
Baca Juga: Tiba di Rumah Duka, Tangis Haru Iringi Kedatangan Peti Jenazah Ni Ketut Nurhayati
Suami korban, Komang Suinten, 38, mengungkapkan bahwa kabar duka tersebut diterima dari salah seorang rekan istrinya di Malaysia.
"Anak saya memberi kabar kalau ibunya sudah tidak ada. Dapat informasi dari teman ibunya," ujarnya.
Meskipun begitu, Suinten mengaku tidak mengetahui secara pasti seperti apa peristiwa yang menimpa istrinya.
Ia hanya mendapatkan informasi bahwa istrinya telah menjadi korban pembunuhan.
Meskipun demikian, Suinten menyatakan bahwa ia tidak mampu memperpanjang persoalan yang terjadi di Malaysia dan menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak kepolisian.
"Mudah-mudahan tidak ada halangan. Yang penting sekarang sudah kembali dan saya bisa kuburkan secara agama dan keyakinan saya," katanya.
Nurhayati diketahui sudah bekerja di Malaysia selama 1,5 tahun sebagai pembantu rumah tangga.
Namun, saat berangkat, ia tidak pergi dari Buleleng, melainkan dari Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
Komunikasi terakhir dengan istrinya terjadi pada awal 2024, dan setelah itu komunikasi terputus.
Pada saat itu, korban sudah meninggalkan rumah majikannya.
Suinten mengatakan bahwa ia menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat kepolisian di Malaysia.
"Saya serahkan semua ke sana (Malaysia). Saya yakin dan percaya pihak berwajib sudah menindaklanjuti. Kami tidak ada tuntutan apapun dan tidak ingin memperpanjang masalah apapun. Biar jalan istri saya lurus tidak ada halangan," tegasnya.
Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Gitgit, Made Widyaningsih, mengungkapkan bahwa pihaknya baru menerima informasi terkait kematian Nurhayati pada Sabtu (4/1/2025).
"Kami mendapat sebuah foto dengan narasi yang tidak lengkap. Kami masih berspekulasi dengan foto itu, apakah benar atau tidak. Karena sampai malam tidak ada konfirmasi dari otoritas resmi," ujarnya.
Awalnya, pihak keluarga berpikir itu mungkin merupakan penipuan mengingat banyaknya modus penipuan yang terjadi.
Namun, setelah mendapatkan konfirmasi dari salah satu keluarga yang bekerja di Malaysia dan memiliki kontak dengan pihak kepolisian setempat, mereka akhirnya mendapat kepastian informasi mengenai kematian mendiang.
Pihak keluarga dan warga setempat kini hanya berharap agar peristiwa tragis ini dapat segera mendapatkan penanganan yang tepat dari pihak berwenang.
Editor : Wiwin Meliana