BALIEXPRESS.ID- SMK TI Bali Global Badung, Bali kini menjadi sorotan lantaran insiden kecelakaan bus di Batu Town Squre, Kota Batu, Jawa Timur, Rabu (8/1/2025).
Saat itu bus 1 rombongan kelas XI sedang mengikuti kunjungan industri di Kota Batu, menabrak sejumlah pengendara lain.
Terlepas dari insiden itu, sekolah ini juga memiliki sejumlah prestasi dari para siswanya.
SMK TI Bali Global Badung berdiri di bawah Yayasan Pendidikan Bali Global Denpasar.
Sekolah ini berbasis khusus di bidang Teknologi Informasi (Komputer).
SMK TI Bali Global didirikan oleh pemerhati dan pencinta pendidikan yaitu Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., Dr. Dadang Hermawan., Drs. I. B. Dharmadiaksa, M.Si., Ak. dan Drs Made Subadi. M.Si.
Sekolah ini dibuka lantaran para pendiri tergerak hatinya melihat pesatnya perkembangan dunia teknologi informasi di segala bidang.
“Sekolah ini dibuka sesuai izin yang dimiliki pada tahun 2017,” ujar Kepala SMK TI Bali Global Badung, I Made Indra Aribawa, saat ditemui Kamis (9/1/2025).
Berdasarkan informasi dari website resmi SMK TI Bali Global, sekolah ini mendapatkan akreditasi A pada tahun 2023.
Guru pengajar di sekolah ini memiliki pendidikan S1 dan S2 yang berpengalaman.
Kemudian memiliki kegiatan ekstra kurikuler, seperti Bahasa Jepang, Broadcasting, Bulutangkis, Catur, Jurnalistik, Paskibra, Pramuka, Sepak Bola, Tabuh, Tari, Teater, Volly, dan Web Desain.
Selain itu sekolah ini juga memiliki empat jurusan atau kompetensi. Seperti teknik jaringan komputer dan telekomunikasi, pengembangan perangkat lunak dan game, desain komunikasi visual, serta bisnis digital.
Sekolah yang bertidir sejak 2017 ini pun melahirkan siswa yang berprestasi.
Bahkan ada prestasi juara 1 tingkat nasional dalam Desain Poster Tingkat Nasional di Informatic Festival and Competition (INVENTION) 2020 Universitas Udayana. Selain itu masih banyak lagi prestasi yang diraih.
Indra Aribawa juga menyampaikan, sejatinya pihak sekolah sangat prihatin atas adanya kecelakaan di Kota Batu.
Pihaknya pun mewakili sekolah menyampaikan bela sungkawa kepada korban kecelakaan.
“Kami dari sekolah sangat prihatin karena juga ada korban dari pengguna jalan. Sekali lagi kami sangat terpukul, ini juga jadi bahan evaluasi,” imbuhnya. (*)
Editor : I Made Mertawan