BALIEXPRESS.ID- Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika sepakat dengan rencana Pemkab Bangli untuk menyerahkan aset Bangli Sport Center ke Pemprov Bali.
Mengenai pengelolaannya, hal tersebut dapat dibicarakan setelah sport center tersebut selesai dibangun.
Suastika menegaskan bahwa ketika pembangunan sport center rampung, maka akan ada dampak positif terhadap perputaran ekonomi di Bangli. Perputaran ekonomi berkat aktivitas di dalamnya.
Selain itu, sport center yang dirancang dengan standar internasional tersebut menjadi kebanggaan bagi Bangli, meskipun asetnya nanti dimiliki oleh Pemprov Bali.
“Daripada kita tidak bisa melanjutkan pembangunan, lebih baik diserahkan ke Pemprov Bali,” kata Suastika dikonfirmasi pada Jumat (10/1/2025).
Pembangunan sport center yang berlokasi di Kota Bangli diperkirakan akan menelan anggaran sekitar Rp650 miliar.
Saat ini, pembangunan fisik baru selesai pada tahap pertama. Anggarannya Rp30 miliar, yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pemkab Badung untuk Kabupaten Bangli.
Suastika menegaskan bahwa keputusan Pemkab Bangli untuk menyerahkan aset tersebut akan memungkinkan APBD Bangli dialokasikan untuk kegiatan lain.
Namun, ia mengingatkan, penyerahan aset memerlukan persetujuan dari DPRD Bangli dan harus dibahas terlebih dahulu di lembaga dewan.
“(Setuju) merupakan pendapat saya sebagai ketua DPRD,” tegas Suastika.
Sebelumnya, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, terkait rencana menyerahkan aset tersebut.
Sedana Arta mengatakan, langkah ini diambil demi pemerataan pembangunan di Bangli selama masa kepemimpinannya.
“Sesuai rencana akan kami serahkan menjadi Bali Sport Center. Harapan kami ke depan, tentu ini akan dibangun oleh Provinsi Bali. Sehingga APBD Bangli tidak perlu kami alokasikan lagi untuk pembangunan sport center," terang Sedana Arta ditemui Kamis (9/1/2025).
Meski nantinya menjadi milik Pemprov Bali, Sedana Arta menegaskan bahwa pembangunan tersebut tetap ditujukan untuk kepentingan masyarakat Bangli.
Ia menekankan bahwa Bangli adalah bagian dari Bali. "Kan tempatnya di Bangli. Kita mau pakai untuk apa saja pasti untuk masyarakat Bangli. Bangli adalah adalah bagian dari masyarakat Bali. Jadi harapan kita mulai ada pemerataan pembangunan," tandas Sedana Arta. (*)
Editor : I Made Mertawan