Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta, Dedikasi untuk Membantu Umat Hindu Tanpa Pamrih

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 14 Januari 2025 | 18:19 WIB
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta.
Ketua PHDI Klungkung I Putu Suarta.

BALIEXPRESS.ID – Menjadi Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Klungkung bukanlah tugas yang mudah.

Dedikasi dan pengabdian menjadi kunci dalam menjalankan amanah untuk melayani umat Hindu di daerah ini. Dalam menjalankan tugasnya, Ketua PHDI Klungkung, I Putu Suarta telah merasakan suka duka selama memimpin organisasi tiga periode berturut-turut.

Suarta mengungkapkan bahwa pengabdiannya sebagai Ketua PHDI didasarkan pada niat tulus untuk membantu meringankan beban masyarakat dalam melaksanakan upacara yadnya. Salah satu program yang menjadi unggulan adalah pelaksanaan upacara Manusa Yadnya massal secara gratis, yang telah berjalan sejak 2019 hingga 2023.

“Kami di PHDI ingin membantu umat Hindu dalam melaksanakan Yadnya agar lebih ringan, terutama di tengah situasi perekonomian yang sulit. Program yadnya massal ini diharapkan menjadi solusi untuk mereka yang membutuhkan,” ujar pria kelahiran Klungkung, 31 Desember 1962 tersebut.

Program ini mendapat respon yang sangat positif dari masyarakat. Tingginya antusiasme menunjukkan bahwa kebutuhan akan program seperti ini sangat besar, terutama mengingat beban ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin berat akibat meningkatnya harga kebutuhan pokok.

“Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. Itu menjadi motivasi untuk terus mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik,” tambah suami dari mantan Sekretaris Dinas Koperasi Klungkung, Ni Wayan Marini.

Namun, menjadi Ketua PHDI juga bukan tanpa tantangan. Pria yang beralamat di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klungkung ini mengaku harus menghadapi berbagai hambatan, baik dari segi pendanaan, waktu, hingga tenaga. Dalam melaksanakan yadnya massal, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk para sulinggih, masyarakat adat, dan pemerintah daerah, memerlukan usaha yang tidak sedikit.

“Tantangan terbesar adalah memastikan semua berjalan lancar. Kami harus menyelaraskan kebutuhan umat dengan sumber daya yang ada. Kadang ada kendala teknis, tapi berkat kerja sama tim, semua bisa diatasi,” jelasnya.

Mantan Kasatpol PP Klungkung yang pensiun di tahun 2022 ini juga menyadari bahwa tak semua program dapat berjalan sempurna. Kritik dan masukan dari masyarakat menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki layanan PHDI ke depan.

Meski telah banyak membantu umat, Ketua PHDI yang terpilih selama 3 periode secara aklamasi ini pun berharap program yadnya massal ini bisa terus berlanjut dengan dukungan semua pihak. Ia juga mengajak umat Hindu untuk lebih banyak berkontribusi melalui konsep manusa yadnya, yaitu pengabdian kepada sesama manusia.

“Kami berharap umat Hindu semakin memahami pentingnya gotong royong dalam melaksanakan yadnya. Dengan saling membantu, beban masyarakat akan lebih ringan, dan nilai-nilai dharma dapat terus dijaga,” tukasnya.

Sebagai Ketua PHDI, suka dan duka telah menjadi bagian dari perjalanan hidup ayah dua anak tersebut. Namun, semua pengorbanan tersebut terbayar lunas ketika melihat umat Hindu di Klungkung bisa melaksanakan yadnya dengan lebih mudah dan bahagia. Baginya, pengabdian adalah jalan hidup yang penuh makna.

"Jadi Ketua PHDI adalah betul-betul pengabdian tanpa pamrih," tandas pria berzodiak Capricorn tersebut. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#pengabdian #tanpa pamrih #klungkung #phdi