Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelaku Pembuangan Bayi di Guliang Kangin Bangli Masih Gelap, RSUD Pastikan Tanggung Biaya Perawatan

I Made Mertawan • Rabu, 15 Januari 2025 | 14:33 WIB
Bayi peremuan ditemukan di sebuha garasi di wilayah Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli pada Senin (13/1/2025).
Bayi peremuan ditemukan di sebuha garasi di wilayah Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli pada Senin (13/1/2025).

BALIEXPRESS.ID- Kasus penemuan bayi di sebuah garasi warga di wilayah Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli,  masih dalam penyelidikan polisi.

Sat Reskrim Polres Bangli yang menangani kasus ini belum berhasil mencium keberadaan pelaku yang tega meninggalkan bayi itu di sana.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun, menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan.

Lima orang saksi telah dimintai keterangan. Selain itu, sejumlah tempat praktik bidan dan klinik kesehatan, termasuk yang berada di wilayah Gianyar, sempat didatangi oleh polisi, namun hasilnya nihil. 

Kamera pengawas CCTV yang diharapkan menjadi petunjuk mengungkap pelaku ternyata tidak ada sekitar lokasi.  

“Pelaku masih lidik,” tegas Jaya Winangun pada Selasa (14/1/2025).

Sementara itu, dari pihak RSUD Bangli yang merawat bayi perempuan itu mengabarkan bahwa kondisi bayi sudah membaik.

Namun demikian, Direktur RSUD Bangli dr. I Dewa Gede Oka Darsana, Sp.An., menegaskan bahwa bayi tersebut masih perlu mendapat perawatan medis.

“Saat ini bayi tersebut dirawat di inkubator di ruang PICU," terangnya.

Sambil melakukan perawatan bayi, Oka Darsana memastikan bahwa pihak rumah sakit terus berkoordinasi dengan Dinas Sosial untuk tindak lanjut setelah bayi pulih serta pihak kepolisian terkait penanganan kasusnya.

"Kami ada di ranah pelayanan, memberikan pelayanan dan pengobatan terhadap si bayi ini sampai dinyatakan layak dipulangkan dari rumah sakit,” tegas Oka Darsana.

Dokter spesialis anestesi ini menegaskan bahwa pihak rumah sakit akan memberikan pelayanan terbaik yang sesuai standar.

Pihak rumah sakit juga menanggung biaya obat-obatan dan keperluan lain selama perawatan. 

“Kami dari rumah sakit menanggung sebagai bagian dari fungsi sosial rumah sakit terhadap masyarakat, apalagi sampai saat ini belum diketahui identitas dari keluarga si bayi,” jelas dokter asal Desa Sulahan, Kecamatan Susut ini.

Bayi malang itu pertama kali ditemukan oleh I Gusti Made Putra,55, dan Ni Luh Suartini,40, pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat itu mereka baru saja selesai mengerjakan proyek Pura Tirtaharum. 

Mereka hendak mengambil sepeda motor yang diparkir di garasi milik Pak Made yang terletak di pinggir jalan Bangli-Gianyar.

Keduanya mendengar suara tangisan bayi tergeletak di lantai depan mobil parkir. Bayi itu mengenakan baju dan selimut bayi.

Temuan itu langsung menggegerkan warga sekitar. Dengan sigap, salah satu warga Guliang Kangin, I Ketut Darmaja, bersama istri dan satu orang lainnya segera membawa bayi itu ke RSUD Bangli.

“Bayi ini harus diselamatkan, saya bawa ke rumah sakit,” kata Darmaja.

Darmaja menjelaskan bahwa saat ditemukan, kondisi tali pusar bayi sudah terpotong dan diikat dengan tali plastik.  

“Bayi sempat menangis saat di mobil,” tutur Darmaja yang juga Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli ini.

Hasil pemeriksaan dokter, berat bayi 1.650 gram dan panjang 40 sentimeter. 

Estimasi waktu kelahiran bayi 31-32 minggu. Saat tiba di rumah sakit, kondisi bayi tampak merah. Selain itu, gerak bayi lemah dan menangis.  (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pembuang bayi #bangli #penemuan bayi