Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Plafon Ruang Kelas Ambruk, Siswa TK Negeri Semarapura Tengah Was-was

I Dewa Gede Rastana • Kamis, 16 Januari 2025 | 01:17 WIB
BAHAYA : Plafon TK Negeri Semarapura Tengah yang ambruk.
BAHAYA : Plafon TK Negeri Semarapura Tengah yang ambruk.

BALIEXPRESS.ID – Puluhan siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Semarapura Tengah di Jalan Kebo Iwa, Kelurahan Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di halaman sekolah pada Rabu (15/1/2025). 

Kondisi ini terjadi akibat plafon salah satu ruang kelas ambruk, menimpa seluruh sarana pembelajaran.

Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Klungkung peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/1/2025) malam sekitar pukul 21.00 WITA, sehingga tidak ada korban jiwa.

"Plafon jebol di ruangan Kelas B dengan ukuran panjang 7,5 meter x lebar 6,5 meter," ujar Kepala Pelaksana BPBD Klungkung I Putu Widiada.

Ditambahkannya jika menurut keterangan pihak sekolah kerugian ditaksir mencapai kurang lebih Rp9 Juta.

Penyebab jebolnya plafon tersebut masih belum diketahui pasti dan termasuk dalam kategori rusak ringan.

"Dan kami sudah melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan plafon ruangan kelas," tandasnya.

Sementara itu Kepala TK Negeri Semarapura Tengah, Komang Nila Nirmala, menjelaskan bahwa insiden itu pertama kali diketahui oleh petugas kebersihan saat hendak membersihkan ruang kelas pada pagi hari.

Sejatinya kerusakan plafon sudah terdeteksi sejak Desember 2024, dengan retakan di beberapa bagian, sampai akhirnya plafon benar-benar ambruk.

"Plafon semakin rusak awal Januari 2025, dan kami sebenarnya sudah sangat khawatir. Apalagi ini anak-anak TK, keselamatan mereka adalah prioritas utama," ujarnya.

Menurutnya, penyebab utama kerusakan adalah rembesan air hujan akibat retakan pada dak atap. Hal ini menyebabkan plafon tergenang air hingga akhirnya runtuh. Padahal, bangunan sekolah ini baru selesai dibangun pada 2020.

Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar dilakukan di halaman sekolah karena keterbatasan ruang. TK tersebut hanya memiliki tiga ruangan, yakni dua ruang kelas dan satu ruang guru. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#plafon #sekolah #ambruk #tk #siswa #klungkung