BALIEXPRESS.ID-Angka kemiskinan di Bali mengalami penurunan signifikan, dengan sekitar 8 ribu orang berhasil keluar dari garis kemiskinan.
Hal ini diungkapkan oleh Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Kadek Agus Wirawan, saat ditemui di Kantor BPS Bali pada Senin (15/1/2025).
Baca Juga: WASPADA! Pria Gasak Uang Puluhan Juta di Toko Pupuk Kintamani, Aksinya Terekam CCTV
Agus menjelaskan bahwa tren kemiskinan di Bali menunjukkan perbaikan sejak setahun terakhir.
Pada Maret 2023, angka kemiskinan di Bali mencapai 4,25 persen dari total penduduk.
Angka tersebut turun menjadi 4 persen pada Maret 2024, dan pada September 2024, angka kemiskinan turun lagi menjadi 3,8 persen.
Berdasarkan perhitungan BPS, jumlah penduduk miskin di Bali berkurang sebanyak 8.220 orang, sehingga kini tersisa 176.210 orang yang masih berada dalam garis kemiskinan.
Baca Juga: Dua Ranperda Buleleng Dibahas, DPRD Dorong Transparansi dan Efektivitas Penanggulangan Bencana
"Ini merupakan pencapaian yang positif, dan kami berharap tren penurunan ini terus berlanjut," kata Agus.
Meski begitu, ia menambahkan bahwa penyebaran penduduk miskin di Bali lebih banyak terjadi di wilayah perkotaan, dengan sekitar 112.930 jiwa penduduk miskin berada di kawasan perkotaan, sedangkan di kawasan pedesaan terdapat 63.290 jiwa penduduk miskin.
Agus juga mengungkapkan bahwa pendapatan rata-rata masyarakat miskin di Bali hanya mencapai Rp 580.306 per bulan.
Sebagian besar pendapatan ini digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari, dengan alokasi sekitar Rp 399.291.
Sisanya, sekitar Rp 181.015, digunakan untuk memenuhi kebutuhan lainnya seperti pakaian, kesehatan, dan pendidikan.
Baca Juga: Jagung, Cabai dan Mimpi Desa Sebagai Pilar Ketahanan Pangan
Fakta ini menunjukkan bahwa kebutuhan pangan masih menjadi prioritas utama bagi rumah tangga miskin di Bali, dan akses terhadap makanan yang cukup dan bergizi masih menjadi tantangan besar.
Agus menjelaskan bahwa angka kemiskinan sempat meningkat akibat dampak pandemi COVID-19.
Namun, setelah pandemi, angka kemiskinan berangsur menurun, berkat pertumbuhan ekonomi yang semakin baik di Bali.
"Inflasi cukup terkendali, harga-harga masih terjangkau, dan masyarakat miskin bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka. Pertumbuhan ekonomi di Bali juga semakin menguat secara nasional, sehingga membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin untuk meningkatkan taraf hidup mereka," tambah Agus.
Baca Juga: Terima Aduan Warga, Damkar Kota Waringin Berhasil Tangkap Pencuri, Tuai Pujian Warganet
Dengan penurunan angka kemiskinan ini, diharapkan kesejahteraan masyarakat Bali semakin meningkat, dan akses terhadap berbagai kebutuhan dasar, terutama pangan, semakin terjamin.
Editor : Wiwin Meliana