BALIEXPRESS.ID - Menggeluti dunia modifikasi, memang telah dilakukan I Dewa Gede Agus Umbara sejak usia belia.
Ia yang dulunya hanya fokus memodifikasi motornya kini telah menjadi juri di Ototrend.
Namun pria yang akrab disapa Jik Umbara ini pun memiliki misi lain, yakni meningkatkan kreatifitas generasi muda agar menjauhi narkoba.
Baca Juga: Tergerus Ombak, Pedestrian Pantai Kuta Kembali Rusak
Kepada Koran Bali Express Jawapos Grup, Jik Umbara mengaku kini telah berusia 41 tahun.
Dirinya pun hingga kini telah memofidikasi 15 motor, bahkan salah satu motornya tampil di ajang internasional mewakili Indonesia.
Dirinya pun ingin melakukan regenerasi dengan menanamkan hobinya kepada generasi muda.
Baca Juga: Bentuk Penghormatan, Almarhum Putu Satria Bakal Dibuatkan Patung di Kampus STIP Jakarta
Untuk itu Ayah dari penyanyi cilik, Gek Kanya ini pun konsep penilaian modifkasi yang diperbaharui.
Sebelumnya dari hanya ada kelas open, kini ia menerapkan kelas meet up.
Kelas ini dibuka untuk pemula dengan berbagai konsep motor. Bahkan hal ini pun membuat banyak kontestan yang mendapatkan juara.
Konsep meet up ini digagas Jik Umbara untuk meningkatkan generasi muda yang aktif di modifikasi.
“Saya ingin saya punya regenerasi di dunia modifikasi. Sebab saya lihat sekarang anak-anak yang ikut kontes, kalau kalah langsung kabur,” ujar Jik Umbara.
Dewan juri nasional ini pun mengaku, ide meet up ini dikembangkan atas pengalamannya yang kalah dalam ajang kontes modifikasi.
Sehingga melalui meet up ini modifikasi kecil dari sebuah motor dapat ruang untuk berpartisipasi.
“Hanya ganti cat saja sudah modifikasi, ganti velg saja sudah modifikasi. Dari kelas meet up ini saya bisa memberikan penghargaan,” ungkap pria kelahiran 10 Maret 1983 tersebut.
Dari menerima penghargaan, ada sebuah magnet yang dapat meningkatkan kreasi ke arah positif.
Sehingga dirinya meyakini akan banyak generasi muda yang terarah ke dunia modifikasi.
“Sehingga mereka tidak mabuk-mabukan, tidak narkoba. Karena telah terdoktrin ke dunia modifikasi. Ini konsepnya bukan untuk bagi-bagi piala,” jelas pria yang juga ASN di Kabupaten Badung.
Selain mencegah penggunaan narkoba, Jik Umbara juga telah membentuk komunitas Semeton Oto modifikasi Bali (SOB) sejak tahun Agustus 2021.
Melalui komunitas ini ia menggerakan penggalian dana melalui modifikasi. Namun dirinya sendiri tidak meminta uang sepeserpun.
“Seperti dilakukan oleh pengempon pura, jadi hobi jalan, mepunia jalan,” tegasnya.
Selain itu Jik Umbara mengaku, melalui SOB juga sempat membuat kontes modifikasi dengan hadiah mobil.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan peminat modifikasi dan menjauhi narkoba.
“Kalau modifikasi, kembangkan imajinasi apa yang menjadi pemikiran dikembangkan. Sepanjang tidak menggunakan narkoba,” ingatnya.
Pihaknya pun berharap dunia modifikasi akan terus berkembang.
Apalagi dari kelas meet up, ada penghargaan ultimate.
Penghargaan ini diberikan kepada modifikasi terbaik dari pemula.
Sebab kelas meet up ini pun dibuka untuk semua aliran modifikasi, asalkan menggunakan motor beroda dua.
“Kelas ini juga ada gengsinya, antara pemula yang dikejar adalah ultimate. Untuk open juara I sampai IV, bahkan kedua kelas ini juga ada hadiah uangnya,” papar mantan pembalap liar tersebut. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga