Teror Pelemparan Batu di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, Bali: Kaca Truk Pecah, Pelaku Masih Misterius, Ini Bukan Pertama Kali
I Putu Suyatra• Jumat, 17 Januari 2025 | 14:31 WIB
PECAH SERIBU: Truk yang menjadi korban aksi pelemparan batu di Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk. Kaca depan truk mengalami pecah seribu. (FB Deny Parker)
BALIEXPRESS.ID – Aksi teror pelemparan batu terhadap pengemudi truk kembali menghantui para pengguna Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk, Bali.
Peristiwa terbaru ini diduga terjadi di wilayah Kecamatan Seririt, Buleleng Barat, pada Kamis (16/1/2025) pagi, dan membuat kaca depan sebuah truk rusak parah.
Dalam video berdurasi 34 detik yang sempat viral di akun Facebook Deny Parker, terlihat jelas sebuah truk berwarna hijau bernomor polisi B 9637 KDA mengalami kerusakan serius pada kaca depan.
Di dalam kabin, terdapat batu besar berdiameter sekitar 15 cm yang diduga dilempar oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor.
"Kena lempar batu. Lokasi di Seririt. Ini batunya bolo. Hancur," ujar perekam video sambil menunjukkan kondisi truknya.
Namun, tak berselang lama, video tersebut dihapus oleh pihak Facebook dengan alasan melanggar standar komunitas.
Hal ini memicu kekecewaan pengguna akun Deny Parker yang mengunggah video tersebut.
"FB tempat mengunggah hal positif. Ada berita nyata dan fakta, malah dihapus," keluhnya.
Aksi Berulang yang Bikin Resah
Kejadian ini bukanlah yang pertama kali terjadi di jalur Pantura Bali. Sebelumnya, pada Oktober 2024, empat pengemudi truk menjadi korban aksi serupa di Jalan Raya Singaraja-Amlapura, tepatnya di Desa Giri Emas.
Hingga kini, pelaku insiden tersebut belum terungkap.
Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden terbaru ini.
"Kami masih menelusuri lokasi dan kebenaran kejadian," ujar Darma pada Kamis (16/1/2025) sore.
Untuk mencegah kejadian serupa, kepolisian akan meningkatkan patroli di jalur-jalur rawan, terutama di sekitar wilayah Seririt dan Giri Emas.
"Kami akan memperketat pengawasan demi keamanan para pengguna jalan," tambahnya.
Teror Jalan Pantura: Masih Jadi PR Besar
Jalur Pantura Bali, terutama Jalan Raya Singaraja-Gilimanuk dan Singaraja-Amlapura, telah lama dikenal sebagai kawasan rawan aksi kriminal, termasuk pelemparan batu.
Insiden ini tidak hanya merugikan secara materiil, tetapi juga mengancam keselamatan para pengemudi.
Teror pelemparan batu ini seolah menjadi "PR besar" yang belum terpecahkan.
Dengan kembali terjadinya insiden di awal 2025, para pengemudi truk dan pengguna jalan berharap tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengakhiri teror yang meresahkan ini. ***