BALIEXPRESS.ID – Tren penggunaan aromaterapi kini bukan hanya sebagai metode penyembuhan untuk berbagai penyakit, tetapi juga telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.
Namun, di balik popularitasnya, peralatan dan minyak esensial aromaterapi sering kali memiliki harga yang cukup mahal.
Melalui penelitian inovatif, Dewa Ayu Ika Pramitha, dosen Fakultas Farmasi Universitas Mahasaraswati Denpasar, menemukan bahwa bahan aromaterapi bisa diolah dari bahan dapur yang mudah didapatkan, seperti jahe.
Menurut Ika Pramitha, jahe (Zingiber officinale) yang dikenal sejak lama sebagai rempah dengan khasiat obat, kini dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku aromaterapi dengan alat sederhana.
"Jahe biasanya digunakan sebagai campuran minuman atau parem. Namun, dalam gaya hidup modern, jahe juga bisa diolah menjadi aromaterapi yang bermanfaat untuk mengatasi gangguan pernapasan," jelas perempuan kelahiran Denpasar, 20 April 1991 ini.
Cara penggunaannya cukup sederhana. Jahe direbus hingga mendidih, lalu uap yang dihasilkan dapat dihirup.
Selain membantu melegakan pernapasan, uap aromaterapi jahe juga dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.
Selain mengatasi gangguan pernapasan, Ika Pramitha menjelaskan bahwa menghirup uap aromaterapi jahe juga memiliki efek relaksasi yang membantu meredakan kecemasan.
“Aromaterapi jahe ini dapat membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks,” tambahnya.
Selain jahe, Ika Pramitha juga menyebutkan beberapa bumbu dapur lainnya seperti lada hitam dan cengkeh yang dapat diolah menjadi bahan aromaterapi.
Proses pembuatannya sama seperti jahe, yakni melalui perebusan dan pemanfaatan uapnya.
Penemuan ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dan ekonomis untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia sebagai alternatif dalam menjaga kesehatan dan gaya hidup modern.
Biodata Dewa Ayu Ika Pramitha
Nama: Dewa Ayu Ika Pramitha
Tempat, Tanggal Lahir: Denpasar, 20 April 1991
Zodiak: Aries
Pekerjaan: Dosen Fakultas Farmasi, Universitas Mahasaraswati Denpasar. (*)
Editor : Nyoman Suarna