BALIEXPRESS.ID – Penjabat (Pj) Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika, mendampingi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, dalam peluncuran Ruang Bersama Indonesia (RBI) Provinsi Bali.
Kegiatan ini dipusatkan di Banjar Sangging, Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Klungkung, pada Jumat (17/1/2025).
Dalam sambutannya, Menteri PPPA Dra. Hj. Arifatul Choiri Fauzi, M.Si, menjelaskan bahwa program RBI merupakan kelanjutan dari Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA).
Program ini memiliki tujuan penting, seperti memperkenalkan permainan tradisional, mengangkat cerita sejarah, memperkenalkan nilai-nilai Pancasila, serta memetakan keterampilan perempuan desa dalam mendukung perekonomian keluarga.
"Peluncuran RBI hari ini dilakukan serentak di 12 desa/kelurahan di Provinsi Bali. Untuk Kabupaten Klungkung, Desa Dawan Klod dan Desa Nyalian terpilih menjadi pelaksana program ini. Harapannya, program ini dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk mewujudkan perempuan berdaya dan anak terlindungi menuju Indonesia Emas 2045," ujar Menteri PPPA.
Pj Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika, menyampaikan bahwa pemerintah Kabupaten Klungkung telah melaksanakan berbagai upaya untuk mendukung pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Hal ini diwujudkan melalui kebijakan RPJMD, RKPD, serta regulasi yang responsif terhadap isu gender dan perlindungan anak.
"Dengan adanya bimbingan dari Kementerian PPPA, saya berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari OPD, tokoh masyarakat, hingga LSM, dapat bersinergi untuk menyukseskan program RBI, khususnya di Klungkung," ungkap Jendrika.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Bali, Dewa Putu Sunartha; Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Wiryani Jendrika; Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Pemkab Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya; serta unsur Forkopimda Kabupaten Klungkung dan undangan terkait lainnya.
Peluncuran Ruang Bersama Indonesia ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa, sekaligus memperkuat sinergi menuju pembangunan yang berkelanjutan. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana