BALI EXPRESS.ID - Aksi heroik dilakukan teman-teman korban saat terjadi longsor yang menimpa kos-kosan di Jalan Kendedes Gang I, Banjar Petangan Gede, Desa Ubung Kaja, Denpasar Utara, pada Senin 20 Januari 2025 pagi.
Mereka dapat mengeluarkan beberapa orang dari timbunan tanah. Berdasar penuturan Edi Sunarjo yang ditemui di tempat kejadian perkara (TKP), dirinya merupakan salah satu teman kerja para korban.
"Kami temanan dari Jawa, teman sesama kerja proyek," ujar Edi. Tapi, pria itu tidak tinggal di tempat kejadian perkara (TKP), melainkan di kos berbeda yang jaraknya cukup dekat.
Sebelum musibah itu, pria Edi rencananya hendak menjemput para korban untuk berangkat bersama ke tempat kerja. Namun, dia malah dapat kabar mengejutkan bahwa ada longsor karena senderan jebol, sekitar pukul 07.10 WITA.
Sehingga, Edi langsung berlari ke lokasi kejadian. Sesampainya di sana, didapati tanah sudah menimbun bangunan kos yang ditinggali teman-temannya. Ia pun melihat dua orang di sana. Satu sempat terdengar berteriak yaitu Rahim.
"Dia (Rahim) di dalam reruntuhan, tapi ada seng yang menutupi kepalanya, sehingga ada rongga untuk udara bernafas," bebernya. Satu lagi yaitu Didik, hanya terlihat tangan dan kakinya saja yang menyembul.
Maka, Edi bersama temannya yang lain langsung mengeluarkan kedua orang yang disebut berkerabat tersebut dari reruntuhan. Mengingat, petugas belum tiba kala itu.
Rahim bisa dikeluarkan dalam keadaan selamat, tapi pria asal Surabaya itu luka-luka. Sementara, Didik asal Magetan sayangnya sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Lebih lanjut, Edi menerangkan bahwa para korban ini baru sekitar seminggu atau dua minggu tinggal di TKP. Sehingga, tidak mengetahui pasti kondisi lingkungan sekitar.
"Sebelum mereka pindah ke sini saya sempat tanya (kondisi tempat tinggal), katanya dulu pernah ada runtuhan tanah sedikit-sedikit," jelasnya.
Terlebih lagi, di belakang kos itu ada tebing setinggi 50 meter dan sekarang di atasnya sedang dikerjakan sebuah proyek. Hal itu diduga berpengaruh terhadap kejadian ini, selain hujan yang mengguyur pada malam harinya.
"Mungkin karena ada getaran-getaran karena ada proyek, dulu kan tidak, atau bisa juga bangunannya tidak kuat," pungkasnya.
Untuk diketahui, total ada delapan korban akibat longsor ini. Tiga selamat dan terluka bernama Frengki, Nado dan Rohim. Empat orang meninggal bernama Didik, Kresno dan Dwi, dan Wito.
Sementara, satu orang belum ditemukan dan masih dicari yaitu Sarif. Korban selamat dibawa ke RS Surya Husada agar mendapat perawatan, sementara yang meninggal dibawa ke RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah. (Ges)
Editor : Iqbal Kurnia