Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Dramatis Para Korban Selamat Longsor di Ubung Kaja, Bali: Hanya Hitungan Detik, Semua Tertimbun!

I Putu Suyatra • Selasa, 21 Januari 2025 | 15:25 WIB
SELAMAT: Salah satu korban selamat dari longsor di Ubung Kaja, Vicky Fernando (NI MADE ARI RISMAYA/radarbali.id)
SELAMAT: Salah satu korban selamat dari longsor di Ubung Kaja, Vicky Fernando (NI MADE ARI RISMAYA/radarbali.id)

BALIEXPRESS.ID – Peristiwa longsor yang terjadi di Jalan Kendedes, Ubung Kaja, Denpasar, pada Senin pagi (20/1/2025), meninggalkan cerita dramatis dari seorang korban selamat, Vicky Fernando (18).

Pria muda yang akrab disapa Nando ini mengaku tengah bersiap-siap berangkat kerja ketika bencana datang secara tiba-tiba.

Sedang Ganti Baju, Longsor Langsung Menimpa

Saat ditemui usai kejadian, Nando mengisahkan momen mencekam tersebut.

"Mau berangkat kerja, lagi ganti baju, tiba-tiba longsor. Semuanya langsung tertimbun," tuturnya dengan nada masih penuh syok.

Dalam insiden itu, Nando bersama seorang rekan, Rokim, berhasil menyelamatkan diri meski mengalami luka akibat terkena batu besar.

“Ada sela-sela di lokasi longsor, itu saya naik. Mas Rokim juga tertimbun, tapi masih bisa tertolong,” lanjutnya.

Hujan Semalam, Pagi Tanpa Pertanda

Nando menjelaskan, tak ada tanda-tanda sebelum longsor terjadi. Malam sebelumnya memang diguyur hujan, namun pagi itu cuaca sudah cerah.

“Tidak ada hujan saat kejadian, semuanya seperti biasa,” ungkapnya.

Ketika longsor melanda, ada delapan orang yang berada di lokasi.

Sebagian sedang beraktivitas di dalam kos. Nando dan tiga rekannya berada di kamar, sementara Sarif, yang sedang tidur dengan kondisi kaki bengkak, tak bisa menyelamatkan diri.

Dua korban lainnya, Tresno dan Wito, tengah memasak di dapur.

"Saya Mau Buka Pintu, Sudah Ketiban Duluan"

Kisah tragis lain disampaikan Nando ketika menceritakan rekannya, Didik, yang sekamar dengannya dan menjadi salah satu korban meninggal dunia.

“Mas Didik ada di depanku. Saya mau buka pintu sudah tidak bisa, semuanya sudah tertimbun duluan,” kenangnya dengan mata berkaca-kaca.

Baru Seminggu Tinggal di Kos Ini

Nando, yang bekerja sebagai buruh proyek di bagian bor, mengaku belum genap seminggu tinggal di kos yang berada di bawah proyek pembangunan itu.

Ia juga tidak mengetahui adanya proyek di atas kosnya. Akibat longsor, seluruh barang pribadinya, termasuk KTP, HP, dan charger, ikut tertimbun.

“Alhamdulillah masih selamat. Kalau soal bantuan pemerintah, tanyakan saja. Ada yang mungkin mau dipulangkan, ada yang tidak. Orang beda-beda keinginannya,” ujarnya.

Pesan dan Harapan untuk Keamanan di Masa Depan

Tragedi longsor ini menjadi peringatan penting akan bahaya tinggal di area rawan bencana. Kondisi proyek di atas kos yang kurang terpantau menambah risiko bagi para penghuni.

Hingga kini, upaya evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan.

Apakah akan ada langkah konkret untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Namun, kisah Nando dan para korban longsor ini menjadi pengingat betapa berharganya keselamatan di atas segalanya. ***

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #ubung kaja #denpasar #longsor