BALIEXPRESS.ID – Angin puting beliung kembali menerjang Kabupaten Jembrana, Bali, pada Senin (20/1) sore, menyebabkan kerusakan parah di dua kecamatan sekaligus.
Kejadian ini memporak-porandakan puluhan rumah, menumbangkan pohon, hingga menghalangi jalan utama Denpasar-Gilimanuk, membuat warga panik dan waspada.
Terjangan Dahsyat di Dua Kecamatan
Hujan dengan intensitas sedang yang mengguyur wilayah Jembrana sekitar pukul 16.30 WITA tiba-tiba berubah menjadi bencana.
Di Kecamatan Mendoyo, tepatnya di Desa Yeh Sumbul, angin puting beliung merusak enam atap rumah dan beberapa kanopi. Total kerugian di wilayah ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp 40 juta.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, membenarkan peristiwa ini.
“Beruntung, tidak ada korban jiwa. Namun, dua warga mengalami luka ringan,” jelasnya.
Pohon Tumbang dan Baliho Tutup Jalan
Dampak puting beliung tak hanya dirasakan oleh pemilik rumah.
Sebuah pohon waruh tumbang dan menimpa kabel listrik PLN, sementara baliho berukuran 5x10 meter roboh, menutup jalan utama Denpasar-Gilimanuk.
Situasi ini sempat menghambat arus lalu lintas sebelum petugas berhasil membersihkan jalan sekitar pukul 18.35 WITA.
Kerusakan Meluas ke Kecamatan Pekutatan
Tak hanya Mendoyo, sekitar pukul 16.00 WITA, puting beliung juga melanda Desa Medewi di Kecamatan Pekutatan.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, sekitar 22 atap rumah warga di Desa Medewi mengalami kerusakan.
Meski kerugian belum sepenuhnya dihitung, kerusakan yang meluas ini menunjukkan betapa ganasnya angin puting beliung yang melanda Jembrana pada hari tersebut.
Warga Diminta Tetap Waspada
Peristiwa ini mengingatkan warga untuk tetap waspada, terutama saat musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem.
Pemerintah daerah bersama BPBD terus bersiaga untuk menangani dampak lebih lanjut serta memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
Bencana ini meninggalkan kisah duka, namun juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi fenomena alam yang kerap terjadi di wilayah tropis seperti Bali. ***
Editor : I Putu Suyatra