SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dusun Bayad di Desa Tajun, Kecamatan Kubutambahan, kini menjadi sorotan berkat usaha peternakan ayam petelur. Usaha ini berhasil menghasilkan telur berkualitas tinggi dengan kandungan omega-3 terbaik di Bali. Potensi ini semakin bersinar setelah pemerintah daerah memperbaiki akses jalan yang selama 15 tahun terakhir menjadi kendala utama bagi peternak.
Ketut Lihadnyana, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng, bersama Perumda Swatantra, memberikan solusi bagi peternak ayam petelur di Dusun Bayad. Dalam kunjungannya pada Rabu (22/1) Lihadnyana menjelaskan bahwa akses jalan yang telah diperbaiki menjadi kunci bagi perkembangan usaha pertanian dan peternakan di wilayah ini.
“Jalan ini sangat penting untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, terutama bagi peternak ayam petelur yang kini dapat memperluas usahanya,” ujarnya.
Baca Juga: PPID Kabupaten Buleleng: Garda Terdepan Transparansi dan Inovasi Layanan Publik
Komang Radiasa, salah satu peternak di Dusun Bayad, mengelola peternakan dengan 20 ribu ekor ayam. Ia menjelaskan bahwa setiap 1.000 ekor ayam mampu menghasilkan sekitar 920 butir telur per hari. Selain kuantitas yang mengesankan, kualitas telur dari Desa Tajun juga menjadi daya tarik utama.
“Kandungan omega-3 yang tinggi di telur kami berasal dari pertemuan suhu laut dan perbukitan di wilayah ini. Telur Desa Tajun bisa dibilang yang terbaik di Bali,” ungkap Radiasa dengan bangga.
Sebelumnya, peternak di Dusun Bayad harus bergantung pada tengkulak untuk memasarkan hasil produksi mereka, yang seringkali merugikan. Namun, keadaan ini berubah setelah Perumda Swatantra menyerap telur langsung dari peternak. Kolaborasi ini memberikan kepastian harga, pembelian, pembayaran, dan produksi, sehingga peternak lebih sejahtera.
“Dengan dukungan Perumda Swatantra, peternak tidak hanya mendapat keuntungan ekonomi, tetapi juga dapat mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan pemerintah. Program ini membutuhkan telur sebagai sumber protein, dan kami bangga bisa berkontribusi menggunakan hasil produksi lokal,” tambah Lihadnyana.
Di sisi lain, I Gede Boby Suryanto, Direktur Utama Perumda Swatantra, menyatakan kesiapan penuh untuk menyerap produk-produk dari peternak Dusun Bayad. Ia menegaskan bahwa kerjasama ini akan memastikan stabilitas pasar sekaligus mendukung pengendalian inflasi.
“Kami ingin memastikan bahwa telur Desa Tajun dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan produksi peternak,” kata Suryanto. ***
Editor : Dian Suryantini