BALIEXPRESS.ID - Kegiatan Vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada te nak sapi di Kabupaten Tabanan sudah mulai dilakukan sejak awal Minggu lalu.
Hingga Selasa lalu jumlah ternak sapi yang sudah menerima vaksinasi PMK di Kabupaten Tabanan sebanyak 300 ternak.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menyatakan, setelah diterima dari Dinas Pertanian Provinsi Bali Vaksin PMK sebanyak 1700 dosis pada awal bulan Januari lalu, Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan langsung melakukan upaya distribusi vaksin PMK ke Puskeswan yang ada di Kabupaten Tabanan.
"Vaksinasi PMK sudah dimulai pada awal pekan ini, untuk tahap awal ini, vaksinasi dilakukan di sentra peternakan sapi di desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan. Hingga Selasa kemarin jumlah ternak yang sudah vaksinasi sebanyak 300 ternak," jelasnya Rabu (22/1).
Subagia berharap pelaksanaan vaksinasi ini, bisa dituntaskan sampai akhir bulan Januari 2025 untuk 10 kecamatan di Kabupaten Tabanan. Untuk vaksin sendiri, dilanjutkan Subagia sudah dibagikan ke tiga Puskeswan yang ada di Kabupaten Tabanan.
Adapun rincian vaksin yang didistribusikan ke Puskeswan di Kabupaten Tabanan, antara lain, Puskeswan I dengan jatah 700 dosis, Puskeswan II sebanyak 500 dosis dan Puskeswan III dijatah 500 dosis.
Adapun kategori hewan ternak sapi yang mendapat vaksin yakni sapi baru dan sapi baru mendapat penanganan ini enam bulan lalu. Mengenai target tahun 2025, setidaknya vaksinasi bisa mencapai 38 ribu ekor sapi.
"Untuk vaksinasi kami sudah lakukan sejak awal, sebagai upaya antisipasi penyebaran virus PMK. Mengingat Kabupaten Tabanan merupakan jalur pelintasan lalu lintas ternak antar Pulau, sehingga upaya pencegahan harus segera dilakukan," tegasnya.
Terkait kasus PMK di Kabupaten Tabanan, Subagia menyatakan jika sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan jika ada ternak yang terjangkit PMK atau menunjukan gejala terserang virus PMK. (*)