Desa wisata yang diprakarsai oleh Gede Suharsana berhasil menyabet penghargaan di kancah internasional bertajuk Asean Tourism Award (ATA) untuk kategori ASEAN Homestay Award 2025.
Penyerahan penghargaan ATA 2025 dilaksanakan di Persada Johor Convention Centre Johor, Malaysia pada Senin (20/1) lalu. Penghargaan diterima langsung oleh Gede Suharsana selaku ketua Desa Wisata didampingi Perbekel Desa Sudaji, Made Ngurah Fajar Kurniawan.
Suharsana mengucap syukur atas keberhasilan yang diraih Desa Wisata Sudaji dalam ajang ATA tahun 2025 ini. Pencapaian penghargaan tertinggi yang diraih tak lepas dari peran serta masyarakat bersama pemerintah.
"Pertama-tama ucap syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan Desa Wisata Sudaji mewakili Indonesia meraih penghargaan terbaik kategori Homestay Award se ASEAN. Tentunya menjadi kebanggaan bagi kami selaku pelaku pariwisata daerah," kata Suharsana Kamis (23/1) siang.
Penghargaan ATA merupakan pengakuan atas kontribusi dan dedikasi Desa Wisata Sudaji. Ia menyebut Keberhasilan tak lepas dari peran serta masyarakat Desa Sudaji serta pendampingan dari pemerintah.
Pokdarwis Sudaj sebut Suharsana berupaya gigih menjaga serta mengenalkan produk kearifan lokal kepada para pengunjung,, baik wisatawan lokal ataupun mancanegara,
“Kami kenalkan semua produk kearifan lokal apa adanya. Bahkan, kami berdayakan rumah masyarakat sebagai rumah singgah (homestay) kepada wisatawan. Kemungkinan, hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri hingga apa yang kami lakukan berbuah manis, dan berhasil menyabet penghargaan ATA kategori Homestay Award," ungkapnya.
Sejatinya, tak terbersit dibenak Suharsana, Pokdarwis Sudaji bakal menerima penghargaan ATA. Bahkan, ia mengaku seperti sedang bermimpi.
Kabar desa Sudaji menerima begitu mendadak, pada Jumat (10/1) lalu. Suharsana pun mengaku dihubungi melalui telepon oleh staf Dinas Pariwisata Buleleng, sebelum akhirnya terima surat dari Asisten Deputi Pemberdayaan Masyarakat Destinasi Pariwisata untuk hadir menerima penghargaan secara langsung menunjukkan representasi terbaik dari desa wisata kebanggaan Indonesia.
Menerima informasi tersebut, pihaknya pun bergegas melakukan kontak menyampaikan kabar baik tersebut kepada Perbekel Fajar.
"Ya Mekel Fajar cukup terkejut mendengar kabar itu, hingga kemudian kami berdua bergegas menyiapkan dokumen paspor ke Malaysia,' ujarnya.
Sementara itu, Perbekel Desa Sudaji, Made Ngurah Fajar Kurniawan mengaku sempat kaget. Soalnya, belum lama ini Desa Wisata Sudaji menyabet juara II tingkat nasional ADWI kategori Desa Wisata Maju di tahun 2022 lalu.
"Bagi saya, penghargaan tingkat nasional itu sudah lebih dari cukup. Namun, berkah serta rezeki rupanya kembali berpihak ke Sudaji hingga torehkan prestasi di ajang interbasional ATA 2025," imbuhnya.
Perbekel Fajar berharap, pencapaian prestasi di kancah internasional ini menjadi cambuk dalam memajukan pariwisata daerah, khususnya di Desa Sudaji.
"Istilahnya, mempertahankan lebih sulit ketimbang merebut. Nah, sekarang kita sudah semestinya menjaga dan merawat prestasi yang sudah diraih. Caranya, tentu utamanya memelihara segala kearifan lokal yang ada di Sudaji di mata wisatawan lokal dan mancanegara," pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika