Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kain Tenun Tradisional Bergaya di Panggung Nasional, Pagelaran Wastra Citta Jagadhita Tampilkan 136 Busana dari 13 Desainer Muda Bali

Rika Riyanti • Sabtu, 25 Januari 2025 | 21:56 WIB

BERGAYA: Pagelaran busana bertajuk Wastra Citta Jagadhita pada Jumat (24/1) di The Meru Sanur, Denpasar
BERGAYA: Pagelaran busana bertajuk Wastra Citta Jagadhita pada Jumat (24/1) di The Meru Sanur, Denpasar

 

 

 

BALIEXPRESS.ID - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali sukses menggelar pagelaran busana bertajuk Wastra Citta Jagadhita pada Jumat (24/1) di The Meru Sanur, Denpasar.

Acara ini menampilkan 139 busana hasil karya 13 desainer muda Bali, bertujuan melestarikan kain tenun tradisional Bali sebagai warisan budaya dan mempromosikannya hingga kancah internasional.

Tjok Abi, desainer kenamaan Bali yang bertindak sebagai mentor sekaligus kurator acara, mengungkapkan bahwa persiapan pagelaran ini berlangsung dalam waktu singkat, yakni lebih dari sebulan.

Baca Juga: PJ Gubernur Bali Mahendra Jaya Berkemas, Titip Proyek Subway Bali ke Wayan Koster

Meskipun demikian, ia memastikan bahwa para desainer tetap menampilkan karya terbaik mereka sesuai dengan ciri khas masing-masing.

“Ini adalah wadah untuk desainer muda. Masing-masing desainer tadi sudah menampilkan yang terbaik dengan gaya dan karakter mereka masing-masing, sehingga beragam model yang dihasilkan,” jelas Tjok Abi.

Pj. Ketua Dekranasda Bali, Ny. Ida Mahendra Jaya, menyebut pagelaran Wastra Citta Jagadhita bertujuan mempromosikan kecintaan pada kain tenun tradisional Bali demi kesejahteraan generasi.

Baca Juga: Tersangka AF, Dirut Kampung Rusia Ubud Minta Maaf, Berjanji Akan Ikuti Proses Hukum

Ia berharap acara ini dapat menginspirasi tren mode masyarakat, meningkatkan kapasitas pelaku industri fesyen, dan mendukung keberlanjutan industri kreatif berbasis budaya.

“Pagelaran busana berbahan kain tenun tradisional Bali ini bertujuan untuk melestarikan dan mempromosikan kekayaan kain tradisional Bali atau yang kita kenal dengan wastra sebagai warisan budaya yang tak ternilai,” ujarnya.

Penjabat Gubernur Bali, S. M. Mahendra Jaya, mengapresiasi inisiatif Dekranasda dalam menyelenggarakan pagelaran ini.

Ia menilai bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kreativitas desainer muda Bali yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Saya senang kegiatan ini dilakukan di awal tahun 2025 sehingga kreativitas para desainer kita ini bisa menjadi tren mode tahun 2025, bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional dan internasional,” katanya.  

Mahendra Jaya menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya masyarakat Bali, termasuk kain tenun tradisional.

Baca Juga: Sebut Masuk Akpol Bayar, Tiga Pelaku Penyebaran Hoaks Ditangkap Polda Sulsel

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa Gubernur Bali terpilih, Wayan Koster, memiliki komitmen yang sama kuat dalam upaya pelestarian budaya Bali.

“Saya percaya Bali ke depan akan semakin luar biasa. Budaya Bali akan semakin terjaga dan semakin hebat di bawah kepemimpinan beliau,” tambahnya. 

Mahendra Jaya berharap kain tenun tradisional Bali dapat semakin dikenal luas baik di tingkat nasional maupun internasional.

Baca Juga: Curi Motor di Siang Bolong, Polsek Ubud Amankan Pelaku, Begini Modusnya

Ia juga optimistis bahwa para desainer muda Bali akan terus berkembang dan semakin kompetitif di industri mode global.(***)

penyerahan penghargaan simbolis Askara Abinawa
penyerahan penghargaan simbolis Askara Abinawa
Editor : Rika Riyanti
#bali #the meru sanur #dekranasda #gubernur bali