Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Hari Arak Bali 2025 Dipusatkan di GWK, Gubernur Bali Terpilih Wayan Koster Diharapkan Hadir

Rika Riyanti • Senin, 27 Januari 2025 | 18:33 WIB

 

Prof. Made Agus Gelgel Wirasuta
Prof. Made Agus Gelgel Wirasuta

 

 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Peringatan Hari Arak Bali akan kembali digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada 29 Januari 2025 mendatang.

Gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster, dikabarkan akan menghadiri peringatan tersebut.

Kehadiran Koster sebagai Dewan Pembina Asosiasi Tresnanin Arak Bali menjadi harapan besar dari berbagai pihak.

Baca Juga: Ni Luh Dias Meilanny: Konten Kreator dan Pengusaha Muda yang Menginspirasi Generasi Z

"Mudah-mudahan beliau hadir," ujar Dewan Penasehat Asosiasi Arak Brem Bali, Prof. I Made Agus Gelgel Wirasuta, di Sanur.

Prof. Gelgel menjelaskan bahwa perayaan Hari Arak Bali dimulai dari petani, industri, hingga puncaknya yang akan dipusatkan di GWK.

Mengenai adanya toast arak, ia menyebut hal itu masih dalam perencanaan dan kemungkinan besar akan diadakan.

Baca Juga: Kepala Desa Songan B Apresiasi Inovasi Pariwisata Budaya PT Tanaya Pesona Batur Melalui Royal Songan Cruise

“Nanti kita lihat, pastilah ada,” ucapnya.

Pihaknya menepis pernyataan bahwa perayaan Hari Arak Bali merupakan hari perayaan mabuk-mabukan.

“Arak bukan minuman bhuta kala yang seperti dikatakan orang tentang tabuh,” tegasnya. 

Prof. Gelgel menjelaskan bahwa dalam budaya Bali, persembahan hasil disebut suku rambut, di mana sebagian kecil bagian seperti kepala, sayap, dan ceker ayam diambil untuk persembahan.

Sedangkan dalam pembuatan arak khususnya tabuh, maka itu diambil dari tetesan destilasi pertama sebagai kepala, kemudian tetasan tengah-tengah sebagai badan, dan tetesan terakhir diambil sebagai kaki untuk disatukan.

“Itulah yang dibuat secara tradisi sebagai arak tabuh. Bukan seperti sekarang arak tabuh dibuat-buat,” katanya.  

Baca Juga: Sandrinna Michelle Skornicki: Aktris Muda yang Memikat Lewat Peran Ikonik di Sinetron ‘Dari Jendela SMP’

Ia menambahkan, arak tabuh disimbolkan berwarna putih, sedangkan yang merah tersebut dari brem beras injin.

“Ini adalah budaya kita. Semua yang diberikan maka dipersembahkan sebagai wujud syukur kehadapan Sang Pencipta,” terangnya. 

“Tetap bersyukur, menghaturkan puji syukur kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Nah jika dinikmati dengan cara bersyukur, maka cukup nikmati satu sloki. Namun jika wisatawan yang datang ke Bali, maka itu promosi dan kita meminta hotel untuk menyediakan arak Bali,” imbuhnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#bali #wayan koster #Hari Arak Bali #gwk