BALIEXPRESS.ID - Nasib apes menimpa Komang Agus Sudiana (32), warga Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Bali.
Usaha potong rambut miliknya di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, habis terbakar akibat insiden mobil travel yang meledak tak jauh dari lokasi usahanya.
Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu (26/1/2025) malam.
Mobil Travel Terbakar Saat Menepi
Menurut informasi yang dihimpun, mobil travel jenis Elf Long dengan nomor polisi AA 7540 OA dikemudikan oleh Henry Ade Christiawan (46) asal Jawa Tengah.
Mobil tersebut sedang dalam perjalanan dari Denpasar menuju Gilimanuk dan berhenti di depan tempat usaha Agus karena mengalami masalah teknis.
Kapolsek Negara, Kompol I Kadek Ardika, menjelaskan bahwa mobil travel tersebut mulai menunjukkan gejala overheat saat hendak menyalip sepeda motor di depannya.
"Pengemudi memilih menepi karena mesin bergetar hebat dan mengeluarkan percikan api, diduga dari radiator," ungkap Ardika, Senin (27/1/2025).
Saat itu, sopir berusaha menyelamatkan penumpang dan memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) yang tersedia.
Namun, kobaran api terlalu besar untuk dikendalikan.
Api Meluas, Usaha Potong Rambut Ikut Hangus
Sayangnya, kobaran api dari mobil travel merambat ke tempat usaha potong rambut milik Agus.
Kebakaran semakin tak terkendali hingga melalap atap bagian depan bangunan tersebut.
"Tiga unit mobil pemadam kebakaran Jembrana tiba di lokasi pukul 23.05 Wita dan berhasil memadamkan api sekitar pukul 23.16 Wita," terang Ardika.
Kerugian Capai Rp 400 Juta, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa
Dari hasil penyelidikan sementara, kebakaran ini diduga akibat mesin mobil yang panas, menyebabkan radiator pecah dan memicu korsleting listrik yang menimbulkan percikan api.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 400 juta, termasuk kerusakan berat pada mobil travel.
Sementara itu, kerusakan di tempat usaha Agus meliputi bagian atap depan bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Pelajaran Berharga dari Insiden Ini
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya melakukan perawatan rutin kendaraan untuk menghindari risiko overheat yang berpotensi menyebabkan kebakaran.
Di sisi lain, pelaku usaha juga diimbau untuk meningkatkan langkah pengamanan terhadap risiko kebakaran, seperti menyediakan APAR di tempat usaha.
Bagaimana nasib Agus setelah insiden ini? Akankah ia mampu membangun kembali usahanya? Kejadian ini tentu menyisakan banyak cerita pilu sekaligus pelajaran bagi semua pihak. ***
Editor : I Putu Suyatra