Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bantah Ubah Nama Pantai Serangan, Nyoman Parta Skakmat Klarifikasi PT BTID

Wiwin Meliana • Selasa, 28 Januari 2025 | 19:32 WIB

Nyoman Parta menanggapi klarifikasi PT BTID soal Pantai Kura-Kura Bali
Nyoman Parta menanggapi klarifikasi PT BTID soal Pantai Kura-Kura Bali

BALIEXPRESS.ID-Anggota DPR RI Nyoman Parta kembali menanggapi pernyataan Head of Communication PT BTID, Zakki Hakim yang membantah tudingan yang beredar di media sosial mengenai perubahan nama Pantai Serangan.

Isu tersebut mencuat setelah pantai yang terletak di pesisir Pulau Serangan, Denpasar Selatan, muncul dengan nama "Pantai Kura-kura Bali" di aplikasi Google Maps.

Baca Juga: Petualangan Laut Ika Permatasari: Kehidupan di Kapal yang Menginspirasi Banyak Orang

Zakki menjelaskan bahwa tidak ada perubahan nama pantai yang dilakukan oleh pihaknya. Menurutnya, selama ini Pantai Serangan tidak memiliki nama resmi di peta.

Hal ini, kata Zakki, terkait dengan penandaan lokasi yang terjadi saat acara World Water Forum (WWF) pada Mei 2024.

“Pertama, tidak ada perubahan nama. Selama ini juga memang tidak ada nama pantainya. Kedua, yang dilihat di Google Maps itu sebenarnya adalah peninggalan waktu acara World Water Forum,” ungkap Zakki, Senin (28/01/2025), di Denpasar.

Terkait hal tersebut, Nyoman Parta mengatakan pihaknya merasa terpancing untuk menanggapi pernyataan dari Humas PT. BTID yang menyebut bahwa perubahan nama Pantai Serangan menjadi Kura-Kura Bali sebagai penanda lokasi pada saat acara WWF.

Baca Juga: Pemulangan Jenazah PMI Asal Jembrana Terhambat Proses Hukum di Jepang, Diperkirakan Akhir Februari Tiba di Bali

Padahal menurut Nyoman Parta, padahal jika masyarakat melakukan pencarian ‘Kura-Kura Bali’ di google maps lokasi tersebut sudah langsung muncul.

Tanpa harus mengubah nama Pantai Serangan menjadi Kura-Kura Bali.

“Jadi sebenarnya tidak perlu merubah nama Pantai Serangan menjadi pantai Kura-Kura Bali, kecuali ada niat yang terselebung dalam perubahan nama itu,” ungkap Nyoman Parta dikutip dari media sosialnya pada Selasa (28/01/2025).

Dalam keterangan unggahan, Nyoman Parta juga menyebut bahwa nama Pantai di Bali bukan sekedar ejaan huruf, namun banyak ada perjalanan orang suci leluhur Bali.

“Jadi tidak boleh seenak udel diubah,” jelasnya.

Sebelumnya, Head of Communication PT BTID, Zakki Hakim, penamaan "Pantai Kura-kura Bali" di Google Maps semula dimaksudkan untuk memudahkan 3.000 delegasi yang hadir dalam forum tersebut dalam mencari lokasi acara.

Baca Juga: Banjir Bandang Terjang Desa Sumberklampok, 30 Rumah Terendam dan Ada Warga Terluka

Zakki menegaskan bahwa penamaan ini hanya bersifat sementara dan tidak ada niat untuk mengganti nama Pantai Serangan yang selama ini dikenal oleh masyarakat.

“Sejak acara itu sampai sekarang tidak ada yang mengganti atau mencabut namanya. Ini bukan didaftarkan secara resmi, tapi siapa saja bisa memberi nama tempat di Google Maps,” lanjut Zakki.

 

Editor : Wiwin Meliana
#skakmat #PT BTID #pantai Serangan #Kura Kura Bali #Nyoman Parta