Wibie Simulya selaku ketua panitia Imlek di T.I.T.D Ling Gwang Kiong Singaraja menjelaskan perayaan tahun baru Imlek 2576 Kongzili ini sudah dipersiapkan sejak jauh hari.
Saat ini pihaknya sedang menunggu para jemaat yang melaksanakan persembahyangan bersama.
“Hari ini ada pementasan gong, barong sae dan liong. Nah saat pukul 12 malam ada kembang api dan pelepasan balon, disusul upacara persembahyangan,” kata Wibie Simulya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).
Ia menambahkan, pada Rabu (29/1) besok seperti biasa ratusan jemaat akan memadati areal Klenteng untuk melaksanakan persembahyanngan.
“Untuk besok, kami tidak ada acara khsusus selain persembahyangan biasa. Dari pagi sampai malam. Bahkan bisa sampai lusa karena jemaat datang silih berganti,” imbuhnya.
Wibie tak menampik, areal utama sedang ada perbaikan karena ada sejumlah kerusakan di areal bangunan.
Meski ada perbaikan di areal utama klenteng, namun persmebahyangan akan digeser sementara ke aula untuk melaksanakan persembahyangan.
“Tidak ada masalah, persembahyangan tetap berlangsung meskipun ada perbaikan,” sebutnya.
Lalu apa harapan pada Shio Ular Kayu ini? Dikatakan Wibie, harapan tahun baru Imlek ini senantiasa agar lebih baik dari tahun sebelumnya.
“Tentu harapannya sangat normatif. Semua berharap tahun baru ini memberi kebaikan, kesejahteraan untuk kita semua. Intinya lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya.
Seperti diketahui Proses tahun baru imlek juga dilanjutkan dengan sembahyang menyambut dewa turun atau Jie Shen yang akan dilaksanakan Sabtu 1 Februari 2025.
Kemudian pada Rabu 5 Februari 2025 tengah malam dirangkaikan dengan persembanyangan Yu Huang Shan Di atau Sembahyang Tuhan Yang Maha Esa yang seminggu kemudian, tepatnya Rabu 12 Februari 2025.
Kemudian ditutup dengan Cap Go Meh, dimana umat Tri Dharma akan melakukan Yuan Xiao Jie yang merupakan persembahyangan Cap Go Meh, kemudian persembahyangan Cisuak atau tolak bala dan juga dirangkaikan dengan pementasan barongsai dan liong serta pelepasan lampion atau lentera doa yang semuan dipusatkan di TITD Ling Gwang Kiong. (dik)
Editor : I Putu Mardika