BALIEXPRESS.ID-Pantai Serangan, Bali kembali menjadi sorotan publik.
Usai kisruh pergantian nama Pantai Serangan menjadi Pantai Kura-Kura Bali di Google Maps, kini nelayan kembali melayangkan protes.
Baca Juga: VIRAL! Bentrok Antar Suporter Terjadi Usai Pertandingan Futsal di Buleleng, Tuai Kecaman Warganet
Hal ini lantaran nelayan yang ingin melaut merasa dibatasi untuk mengakses laut di Pantai Serangan.
Pasalnya, beberapa titik perairan laut tersebut dibatasi dengan pelampung.
Dalam video yang dibagikan oleh akun @Jack Cobain via akun @balichannel, terlihat seorang nelayan ke tengah laut menggunakan boat.
Baca Juga: Nasib Pegawai Non-ASN Pemkab Bangli yang Tidak Masuk Database Masih Menggantung
Saat di tengah laut, nelayan bertemu dengan nelayan lain yang tidak leluasa untuk mencari ikan.
Hal tersebut lantaran Kawasan tersebut telah dipasangi dengan pelampung.
Namun belum diketahui secara pasti apa fungsi pembatas tersebut.
“Laut ada pembatas, kenkenang tyang ngalih gae, ditu umah be ne,” ujar nelayan tersebut di kutip pada Kamis (30/01/2025).
Baca Juga: Kepala BPKAD Karangasem I Wayan Ardika Terus Jaga Kebugaran dengan Rutinitas Olahraga
Perubahan nama dan adanya pembatas pelampung di laut kini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga Serangan.
Sontak saja, hal tersebut memancing beragam komentar warganet di media sosial.
“Pantesan di portal,” tulis akun @krisnabali.
“Katanya dijual atau sewa kontrak, kalau bingung tanya Bendesa atau yang punya tanah,” tulis akun @iwone_00.
“Takon malu bendesa adat puak, pasti nawang. Yen sing nawang jeg pegatin, sing masalah itu. Laut punya negara, apalgi pak uli Serangan. DPR nak nu santai kawan,” tulis akun @bimanikita.
Editor : Wiwin Meliana