Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

MERINDING! Terungkap Fakta-fakta Mistis di Balik Pembantaian Ular Duwe di Nusa Penida, Bikin Warga Alami Kesurupan Massal

Nyoman Suarna • Senin, 3 Februari 2025 | 23:28 WIB
PENGUBURAN: Tangkapan layar, upacara penguburan layaknya manusia dilakukan warga di Nusa Penida terhadap ular sanca.
PENGUBURAN: Tangkapan layar, upacara penguburan layaknya manusia dilakukan warga di Nusa Penida terhadap ular sanca.

BALIEXPRESS.ID - Warga Banjar Adat Gelagah, Desa Kutampi, Nusa Penida, Klungkung, dibuat merinding oleh serangkaian kejadian mistis setelah seekor ular sanca sepanjang empat meter ditemukan dan dibunuh.

Ular yang diyakini sebagai penjaga gaib atau ular Duwe ini akhirnya dikuburkan dengan ritual layaknya upacara penguburan manusia dalam tradisi Hindu Bali.

Prosesi penguburan berlangsung pada Minggu (2/2/2025) dan melibatkan seluruh warga.

Kelihan Banjar Adat Gelagah, I Wayan Duduk, mengungkapkan bahwa ritual ini terpaksa dilakukan setelah sejumlah warga mengalami gangguan mistis yang tak bisa dijelaskan.

Peristiwa aneh bermula ketika seorang warga melihat ular itu di dekat pohon klampuak pada Kamis (30/1/2025) pagi.

Ia mencoba memukulnya dengan kayu, tetapi ular tersebut tetap hidup.

Keanehan semakin bertambah saat Jro Mangku Kak Darma melintas di lokasi dan mendekati ular itu.

Tanpa diduga, reptil tersebut menjilat tangannya sebelum akhirnya tewas setelah dipukul di bagian kepala.

Warga yang mencoba membuang bangkai ular sejauh lima kilometer justru mengalami kejadian yang lebih mengerikan.

Pada malam harinya, Jro Mangku Kak Darma bermimpi didatangi sosok besar yang mengaku sebagai pemilik ular.

Dalam mimpinya, sosok tersebut meminta agar ular peliharaannya dikuburkan dengan layak.

Hal serupa dialami oleh beberapa warga lain yang juga bermimpi tentang sosok misterius ini.

“Karena banyaknya petunjuk gaib yang diterima, warga akhirnya sepakat menggali kembali ular itu dan melakukan ritual penguburan dengan perlengkapan upacara seperti canang dan bekal uang,” jelas Wayan Duduk.

Saat ritual penguburan berlangsung, suasana semakin mencekam.

Belasan warga mendadak kesurupan di lokasi pemakaman. Peristiwa ini menjadi kejadian pertama yang dialami oleh warga Banjar Adat Gelagah.

“Baru kali ini ada kejadian kesurupan sebanyak ini di desa kami. Kami berharap setelah ritual penguburan ini, tidak ada lagi gangguan mistis,” kata Wayan Duduk.

Warga percaya bahwa ular tersebut sudah lama menghuni kawasan itu, meski jarang terlihat dan hanya muncul di malam hari.

Selain itu, keberadaan tiga pura di sekitar lokasi—Pura Geria, Pura Paibon, dan Pura Banjar—diyakini memiliki kaitan spiritual dengan peristiwa ini.

 Baca Juga: VIRAL! Warga Nusa Penida Gelar Upacara Penguburan Ular Sanca 'Duwe', Begini Ceritanya

Dengan dilaksanakannya upacara penguburan dan pembersihan, warga berharap situasi kembali normal dan ketenangan desa dapat dipulihkan. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#Duwe #penguburan #mistis #kesurupan #nusa penida #ular