Kronologi Kecelakaan Mengerikan di Jalur Tengkorak Bali, Daihatsu Sigra Hancur!
IGA Kusuma Yoni• Selasa, 4 Februari 2025 | 03:22 WIB
Personel dari Polsek Selemadeg Timur melakukan pengaturan Lalu lintas selama proses evakuasi daihatsu Sigra yang mengalami kecelakaan di jalur tengkorak Tabanan.
BALIEXPRESS.ID – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur tengkorak Jalan Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan, Bali.
Insiden ini diduga akibat pengemudi yang kehilangan kendali, sehingga memicu tabrakan keras antara mobil Daihatsu Sigra dan truk Mitsubishi pada Senin pagi (3/2) sekitar pukul 07.30 WITA.
Kronologi Kecelakaan: Sigra Tiba-Tiba Oleng!
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana, menjelaskan bahwa saat kecelakaan terjadi, lalu lintas di lokasi cukup padat karena banyaknya aktivitas masyarakat.
Dua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan ini adalah:
Daihatsu Sigra N-1672-FR, dikendarai oleh Mursit (34), warga Situbondo, Jawa Timur.
Mitsubishi Truk, dikemudikan oleh I Ketut Sweta (48), warga Jembrana.
Kecelakaan bermula saat Daihatsu Sigra melaju dari arah timur (Denpasar) menuju barat (Gilimanuk) dengan kecepatan sedang.
Saat melewati jalan lurus dengan tanjakan landai, mobil mendadak oleng ke kanan hingga melewati as jalan, masuk ke jalur berlawanan.
Nahasnya, di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi yang dikendarai Ketut Sweta dengan kecepatan sedang.
Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak bisa dihindari!
“Benturan terjadi di sisi utara marka jalan, tepat di jalur truk,” jelas AKP Artadana.
Daihatsu Sigra mengalami kerusakan parah hingga mogok di tengah jalan, menyebabkan arus lalu lintas tersendat.
Tidak Ada Korban Jiwa, Kerugian Capai Rp 30 Juta!
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Namun, Mursit, pengendara Daihatsu Sigra, mengalami luka lecet pada bagian pinggangnya dan telah mendapatkan perawatan dari Polsek Selemadeg Timur.
Sementara itu, pihak kepolisian langsung melakukan olah TKP dan mengatur lalu lintas guna mencegah kemacetan lebih parah.
“Selama proses evakuasi, tim dari Polsek Selemadeg Timur terus mengatur arus lalu lintas. Meski tidak ada korban jiwa, total kerugian akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp 30 juta lebih,” tambah AKP Artadana.
Kecelakaan ini kembali menjadi peringatan bagi pengendara agar lebih berhati-hati di jalur nasional yang ramai serta selalu mematuhi rambu lalu lintas. ***