Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Atlas Beach Club di Bali Tayangkan Visual Mirip Dewa Siwa, Manajemen Minta Maaf: Beber Kronologi, Salahkan Staf

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 4 Februari 2025 | 03:36 WIB

Penggunaan visual Dewa Siwa di Atlas Super Club, Bali.
Penggunaan visual Dewa Siwa di Atlas Super Club, Bali.

BALIEXPRESS.ID – Kontroversi melanda Atlas Beach Club setelah video dengan visual mirip Dewa Siwa ditayangkan dalam acara hiburan.

Insiden ini mendapat sorotan luas hingga akhirnya manajemen dipanggil oleh Satpol PP Badung untuk dimintai klarifikasi.

Dalam pemeriksaan yang dilakukan pada Senin (3/2), pihak manajemen mengakui kelalaian mereka dan secara resmi menyampaikan permintaan maaf serta berjanji tidak akan mengulanginya.

Kronologi Penayangan yang Memicu Polemik

Kasatpol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Suryanegara, mengungkapkan bahwa penayangan visual kontroversial tersebut terjadi pada 30 Januari 2025 pukul 23.44 WITA di Atlas Super Club.

Berdasarkan keterangan dari manajemen, video berdurasi 1 menit 5 detik itu ditayangkan tanpa persetujuan terlebih dahulu dari pihak manajemen.

"Visual tersebut dibuat oleh staf, namun tidak dilaporkan atau mendapat persetujuan dari manajemen sebelum ditayangkan," jelas Suryanegara dalam keterangan tertulisnya.

Manajemen Atlas Beach Club Sampaikan Permintaan Maaf

Setelah mendapat teguran dari Satpol PP Badung, pihak Atlas Beach Club mengakui kesalahan mereka dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Mereka menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk melecehkan simbol agama, khususnya agama Hindu.

"Kami sangat menghormati budaya dan adat setempat serta tidak pernah berniat menyinggung atau melecehkan simbol agama apa pun. Ini murni kelalaian dan kesalahan internal kami," demikian pernyataan dari manajemen yang dikutip oleh Satpol PP Badung.

Satpol PP Beri Teguran dan Pembinaan

Sebagai tindak lanjut, Satpol PP Badung telah memberikan pembinaan kepada manajemen Atlas Beach Club.

Mereka diminta untuk lebih berhati-hati dalam menyelenggarakan acara agar tidak lagi menimbulkan polemik di masyarakat.

Selain itu, pihak Atlas Beach Club juga telah menandatangani surat pernyataan resmi yang menyatakan bahwa mereka tidak akan mengulangi kesalahan serupa di masa mendatang.

"Kami mengimbau Atlas Beach Club agar selalu menghormati adat, budaya, dan agama di Bali, serta menjaga ketertiban umum di lingkungan setempat," tegas Suryanegara.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi pelaku usaha hiburan di Bali agar lebih sensitif terhadap aspek budaya dan keagamaan.

Bagaimana menurut Anda, apakah permintaan maaf ini cukup? ***  

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Atlas Beach Club #dewa siwa