BALIEXPRESS.ID-Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Buleleng terus memberikan dampak serius, dengan terjadinya sejumlah bencana alam, seperti gelombang pasang dan tanah longsor.
Baca Juga: Dinilai Susahkan Rakyat Kecil, Niluh Djelantik Minta Pemerintah Revisi Kebijakan Gas LPG 3 Kg
Bencana longsor yang terjadi pada Minggu malam, 2 Februari 2025, menyebabkan kerusakan parah di beberapa wilayah, khususnya di Desa Tambakan, Kecamatan Kubutambahan.
Sekitar pukul 22.00 WITA, longsor mendadak menimpa Banjar Dinas Desa, Desa Tambakan, menimbun garasi kendaraan milik I Kadek Darmika, 48, seorang warga setempat.
Empat sepeda motor dan sebuah tandon air tertimbun material longsoran. Selain itu, tiga pelinggih di area tersebut juga rusak akibat longsor.
Baca Juga: Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Denpasar, Nyoman Parta Dorong Operasi Pasar dan Penambahan Pangkalan
Namun, bukan hanya Kadek Darmika yang menjadi korban. Warga Desa Tambakan lainnya, seperti Sudiada, juga mengalami kerugian besar.
Sebuah senderan sepanjang 8 meter dan tinggi 7 meter amblas, menimbun dua sepeda motor dan sebuah mobil pick-up.
I Ketut Aksi, 70, juga ikut terdampak. Rumah yang sedang dibangun oleh Ketut Aksi sebagian besar hancur akibat tergerus longsor.
Sebuah tebing selebar 17 meter dengan tinggi 7 meter amblas, membawa sebagian besar bangunan yang tengah dalam tahap pembangunan. Meski demikian, beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Baca Juga: Diduga Curi Sepeda Motor di Nusa Penida, Seorang WNA Tertangkap Setelah Dikejar Korbannya
Longsor juga menyebabkan kerusakan pada rumah warga lain, seperti rumah milik Ketut Sudiarta, yang juga terdampak amblasnya senderan.
Pelinggih rusak dan tembok rumah jebol akibat terjangan longsor. Selain itu, beberapa ruas jalan kabupaten juga mengalami kerusakan.
Salah satunya adalah jalan yang menghubungkan Desa Tambakan dengan Desa Pakisan.
Bahu jalan sepanjang 10 meter dan tinggi 8 meter amblas, membuat setengah badan jalan retak dan membahayakan pengguna jalan, terlebih karena letaknya di depan Pura Dalem Desa Adat Tambakan.
Baca Juga: ADAH! Niat Tegur Sopir Parkir di Trotoar, Pejalan Kaki di Bali Nekat Naik Kap Mobil
Camat Kubutambahan, I Nyoman Arya Lanang Subahagia Putra, menyatakan bahwa semua musibah di wilayahnya, termasuk yang terjadi di Desa Tambakan, Desa Bulian, dan Desa Tajun, telah dilaporkan ke BPBD Buleleng. Musibah lainnya yang terjadi termasuk pohon tumbang di Desa Tajun dan atap rumah yang diterbangkan angin kencang di Desa Bulian.
"Semua dampak bencana sudah kami cek dan kami laporkan kepada BPBD Buleleng. Kami sudah mengajukan permohonan untuk asesmen agar mendapatkan bantuan dari kabupaten," ujar Camat Kubutambahan.
Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, Putu Ariadi Pribadi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah desa yang terdampak bencana longsor.
Pihaknya akan segera melakukan asesmen untuk rumah warga yang terdampak bencana, agar mereka dapat menerima bantuan sesuai dengan kebijakan yang berlaku.
Baca Juga: Keributan Antar Penonton Futsal di GOR Bhuana Patra, Pelaku Klarifikasi, Dipicu Masalah Sepele
Soal kerusakan ruas jalan kabupaten, BPBD Buleleng akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk penanganan lebih lanjut.
"Segera kami lakukan asesmen untuk memastikan apakah bisa mendapatkan bantuan sosial bencana atau ada kebijakan lain dari pimpinan," tambahnya.
Editor : Wiwin Meliana