Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Giri Prasta Minta Direksi PDAM Badung Purna Tugas Jika Tidak Selesaikan Permasalahan Air

Putu Resa Kertawedangga • Selasa, 4 Februari 2025 | 23:28 WIB

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta yang meminta direksi PDAM Badung purna tugas jika tidak selaikan masalah air.
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta yang meminta direksi PDAM Badung purna tugas jika tidak selaikan masalah air.

BALIEXPRESS.ID - Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta meminta jajaran direksi dan badan pengawas Perumda Air Minum Tirta Mangutama (PDAM Badung) untuk segera menyelesaikan permasalahan distribusi air bersih di Kabupaten Badung.

Bahkan dengan tegas dirinya pun meminta Direksi PDAM Badung untuk purna tugas jika tidak terselesaikan.

Menurut Giri Prasta, kebutuhan air bagi masyarakat harus tuntas paling lambat akhir tahun 2025.

Baca Juga: Masa-masa Akhir Jabatan, Pj. Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya Pamitan ke Puri Kauhan Ubud

Jika tidak, para pejabat terkait dipersilakan mundur dari jabatannya.

"Saya ingin memberikan batas waktu kepada pengawas dan direktur. Akhir tahun 2025, kebutuhan air minum di Kabupaten Badung harus merata. Kalau tidak, silakan purna tugas," tegas Bupati Giri Prasta saat meresmikan kantor pusat PDAM Badung, Senin (3/2).

Bupati Giri Prasta pun juga menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan air di daerah Kuta Selatan, termasuk di Tanjung Benoa, Pecatu, Ungasan, dan Jimbaran.

Baca Juga: Presiden Prabowo Instruksikan Pengecer Kembali Aktif Jual LPG 3 Kg, Pertamina Patra Niaga Siap Laksanakan Kebijakan Pemerintah

Ia mengapresiasi langkah PDAM yang telah meningkatkan kapasitas pengolahan air baku dari 750 liter per detik menjadi 1.000 liter per detik.

“Ini langkah positif, tapi saya ingin lebih dari itu. Sekarang prosesnya sudah berjalan di BPKP untuk pemasangan instalasi. Kalau akhir 2025 belum tuntas, berarti direksi dan badan pengawas tidak bekerja dengan baik,” terangnya.

Disisi lain salah satu sumber pasokan air bersih akan datang dari Bendungan Sidan, yang dijadwalkan diresmikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Februari 2025.

Baca Juga: MIRIS! Pelajar SMA Asal Taman Gantung Diri: Surat Wasiat dan Obat Nyamuk Ungkap Motifnya

Bendungan ini akan memasok 500 liter per detik untuk Badung, 750 liter per detik untuk Denpasar, 200 liter per detik untuk Tabanan, dan 300 liter per detik untuk Gianyar.

Lebih lanjut, bupati yang segera lengser ini juga menekankan pentingnya penerapan teknologi dalam sistem pengelolaan air.

Ia menyebutkan bahwa kecerdasan buatan (AI) dapat membantu mendeteksi kebocoran dan pencurian air secara real-time.

“Teknologi harus diterapkan. Kita harus bisa mendeteksi di mana terjadi kebocoran sehingga tidak ada lagi kehilangan air yang berlebihan,” jelasnya.

Pihaknya menekankan PDAM memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan masyarakat tidak kekurangan air bersih, terutama saat musim kemarau.

“Saya titip satu hal saat musim hujan, jangan sampai banjir. Saat musim kering, jangan sampai kekurangan air. Itu tanggung jawab PDAM,” ungkapnya.

Sementara Dirut Perumda Tirta Mangutama, Wayan Suyasa menyatakan,  pihaknya secara bertahap telah berupaya mengatasi kebutuhan air bersih di Badung.

Permasalahan ini pun muncul utamanya pada daerah perbukitan seperti di Badung selatan.

“Pada 2024, kami telah memproses beberapa langkah, termasuk kerja sama dengan pihak swasta. Saat ini, proses tersebut masih dalam tahap kajian oleh BPKP, dengan beberapa hal yang memerlukan kajian eksklusi DKP terkait jaringan,” jelas Suyasa. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#bupati #giri prasta #purna tugas #badung #pdam