Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

DPRD Bali Sepakat Tutup Atlas Beach Club Pasca Kasus Dewa Siwa Jadi Latar DJ, Minggu Depan Panggil Manajemen, Juga Panggil Finns Beach Club

Rika Riyanti • Jumat, 7 Februari 2025 | 21:01 WIB

 

GRUDUG: Puluhan massa dari Keris Bali mendatangi Wantilan DPRD Bali pada Jumat (7/2)
GRUDUG: Puluhan massa dari Keris Bali mendatangi Wantilan DPRD Bali pada Jumat (7/2)

 

 

BALIEXPRESS.ID – Puluhan massa dari Keris Bali mendatangi Wantilan DPRD Bali pada Jumat (7/2), untuk menyampaikan protes terkait penggunaan visual Dewa Siwa dalam latar musik DJ di Atlas Beach Club. 

Hadir langsung menyambut massa, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali, I Wayan Supartha, menegaskan penyampaian aspirasi mengenai hal tersebut sudah tepat.

“Masyarakat merasakan ada simbol-simbol mereka yang dilanggar maka dari itu mereka sampaikan aspirasi sudah tepat,” katanya.

Baca Juga: Viral Sopir Truk Dikejar Polisin Diduga Bawa Narkoba, Ternyata Hanya Muat Pisang 

Pihaknya menambahkan, DPRD Bali telah satu suara untuk menutup Atlas Beach Club.

Penutupan Atlas Beach Club dianggap sebagai tanggung jawab pemerintah dan salah satu cara memberikan efek jera.

“Penutupan itu salah satu cara karena tanggungjawab dan kewajiban pemerintah. Jadi proses pidananya kan ada pasal pengatur Jadi proses pidananya dia itu kan sudah jelas ada pasal pengatur, ada pasal 156 A KUHP ini kan tentang penodaan, penistaan agama ada pasal 175, 176, 177, 503, 530, 545, 546, 547 ada juga pengaturan di UU Tahun 1965 itu sudah jelas. Tadi sudah jelas disampaikan bahwa itu harus dikasih efek jera untuk membangun aspirasi masyarakat ada dilakukan penutupan,” jelasnya.  

Baca Juga: UN Kembali Digelar November 2025, PPDB Berubah Jadi SPMB dengan Sistem Domisili

Supartha menegaskan, DPRD Bali akan memanggil pihak Atlas Beach Club minggu depan.

Selain itu, mereka juga akan memanggil manajemen Finns Beach Club terkait kasus kembang api yang viral lebih dulu. 

Disinggung nasib para pekerja Atlas Beach Club jika tempat hiburan tersebut ditutup, Supartha mengatakan akan ada pertimbangan lain.

“Kita tidak masuk pada urusan pekerja nanti itu ada pertimbangan-pertimbangan lain kan ada ada pertimbangan lain kalau minta maaf kan cuma meringankan saja,” katanya. 

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Yayasan Keris Bali, Ketut Putra Ismaya Jaya mengatakan ia diajak oleh DPR untuk ikut serta 5 orang dari Keris Bali untuk hadir ke manajemen Atlas.

“Kami akan hadir. Dari kasus minuman harusnya Atlas sudah belajar, ternyata kan tidak jadi kalau kita biarkan terus begini nanti ada lagi tempat-tempat yang melecehkan simbol-simbol agama hindu kita,” katanya.

Baca Juga: PC KMHDI Buleleng Kecam Visual Dewa Siwa di Klub Malam, Minta Proses Hukum Berjalan

Keris Bali menegaskan agar proses hukum ditegakkan dengan benar dan meminta Atlas Beach Club menyampaikan permintaan maaf secara terbuka di media massa serta media sosial.

“Pada intinya kami ingin proses hukum ditegakan secara benar, tidak ada lagi hal-hal seperti ini. Sambil menunggu proses hukum lebih lanjut, permintaan maaf secara terbuka di media massa dan di medsos Atlas sendiri karena tidak ada di medsos Atlas ditampilkan,” tegasnya.(***)

Editor : Rika Riyanti
#Atlas Beach Club #dprd bali #Keris Bali #dewa siwa #finns beach club