BALIEXPRESS.ID-Atlas Beach Club telah menggelar upacara Guru Piduka pada Sabtu (08/02/2025) pagi.
Upacara ini dilakukan sebagai permohonan maaf secara niskala usai video menampilkan visual Dewa Siwa dengan latar music DJ di club tersebut.
Baca Juga: Soal Penutupan Atlas Beach Club, Agung Bagus Tri Candra Arka Minta Disikapi Secara Adil
Meski telah meminta maaf dan memecat staf yang memutar tayangan tersebut, namun desakan agar Atlas Beach Club ditutup datang dari berabgai pihak.
Salah satunya dari Yayasan Ksatria Keris Bali.
Meski ada desakan Atlas Beach Club ditutup namun Anggota DPD RI Bali, Arya Wedakarna memberi sinyal bahwa Atlas buka kembali.
Hal tersebut disampaikan Arya Wedakarna melalui akun media sosial Instagramnya.
Baca Juga: Kontroversi Visual Dewa Siwa di Atlas Beach Club, Hotman Paris Minta Maaf ke Umat Hindu Bali
Ini diungkap usai mengutus I Wayan Supiartha mewakili AWK hadir dalam upacara mecaru dan guru piduka yang dilaksanakan oleh manajemen Atlas.
“Walau ditutup sementara oleh pihak di Bali, AWK mempertimbangan untuk memberikan sinyal Atlas buka kembali,” tulis AWK melalui akun media sosialnya.
Lebih lanjut, menurut AWK hal ini mengingat ribuan keluarga dan ratusan karyawan Hindu yang bekerja.
Baca Juga: PSS Sleman Fokus Benahi Finishing Jelang Duel Krusial Lawan Bali United
“85 % karyawan di sana adalah semeton Bali. DPD Bali memonitor,” tulisnya.
Sebelumnya, Hotman Paris melalui akun media sosialnya meminta maaf kepada Umat Hindu Bali atas keteledoran salah satu karyawan Atlas.
“Kami dari pihak Atlas untuk kesekian kali meminta maaf kepada Umat Hindu Bali atas kesalahan karyawan kami yang menayangkan yang menyingung masyarakat Bali,” jelasnya Hotman Paris dikutip pada Sabtu (08/02/2025).
Baca Juga: Mohon Maaf Secara Niskala, Atlas Beach Club Laksanakan Upacara Guru Piduka
Lebih lanjut, Hotman Paris menyebut bahwa tayangan tersebut tidak lebih dari satu menit dan langsung dihentikan oleh sang manajer.
Bahkan sebagai bentuk tanggung jawab, pihaknya juga telah memecat karyawan yang memutar tayangan tersebut.
“Staf yang melakukan kesalahan itu sudah dipecat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hotman Paris memohon dukungan masyarakat Bali sebab menurutnya Atlas adalah tujuan utama turis asing maupun turis lokal.
Editor : Wiwin Meliana