Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kisah Inspiratif Bripda Putu Adi Tom: Dari Korban Bully, Balap Liar, hingga Berprestasi di Ajang Balap Motor

I Gede Paramasutha • Senin, 10 Februari 2025 | 19:03 WIB
Bripda I Putu Adi Kartika Putra alias Tom saat naik podium YSR. (Bali Express/Istimewa)
Bripda I Putu Adi Kartika Putra alias Tom saat naik podium YSR. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Perjalanan hidup Bripda I Putu Adi Kartika Putra, atau yang akrab disapa Tom, adalah bukti bahwa ketekunan dan semangat pantang menyerah dapat mengubah hidup seseorang.

Anggota Dit Polairud Polda Bali ini bukan hanya seorang polisi yang berdedikasi, tetapi juga seorang pembalap motor berprestasi di berbagai ajang balap resmi.  

Tom lahir di Sampalan Klod, Klungkung, Bali, pada 21 April 1992. Sejak kecil, ia kerap mengalami masalah kesehatan serta menderita gangguan bicara (disfluensi).

Hal itu membuatnya tidak bisa mengenyam pendidikan di tingkat Taman Kanak-Kanak (TK). Saat mulai bersekolah di Sekolah Dasar (SD), ia sering menjadi korban bullying.

"Itu akibat kondisi saya yang berbeda dari anak-anak lainnya," ujarnya, Minggu 9 Februari 2025.

Saat duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), bullying dari teman sekolah mulai berkurang, tetapi tekanan dari lingkungan tempat tinggalnya masih terus berlanjut. 

Tom bahkan pernah diancam dengan senjata tajam dan warung kopi milik ibunya dihancurkan tanpa alasan yang jelas. Lingkungan yang tidak bersahabat membuatnya semakin ingin mencari jati diri.

Dampak dari perundungan yang dialaminya membuat Tom mencari pelarian melalui dunia balap motor, meskipun awalnya dalam bentuk balap liar. 

"Saya bahkan pernah ditangkap polisi akibat balap liar dan ditahan di pos jaga. Namun, kejadian itu justru menjadi titik balik dalam hidup saya," tuturnya.

Setelah itulah dia mulai bercita-cita menjadi polisi. Bukan hanya untuk mengajak pembalap liar sadar akan bahayanya, tetapi juga untuk melindungi keluarganya dan memutus rantai perundungan yang selama ini dialami.  

Setelah lulus SMA, Tom berhasil lolos dalam seleksi kepolisian pada tahun 2012 dan resmi menjadi anggota Polri dengan pangkat pertama Bharada. Meski telah menjadi polisi, kecintaannya pada dunia balap tak luntur. 

Ia bergabung dalam klub motor dan aktif mengikuti touring di berbagai daerah di Bali.

Namun, ia menyadari bahwa gaya berkendara yang ugal-ugalan berisiko bagi dirinya dan orang lain.

Ia pun memutuskan untuk berhenti dari kegiatan tersebut dan beralih ke balap resmi. 

 Baca Juga: TRAGIS! Ibu Meninggal Usai Melahirkan, Suami di Buleleng Bingung Cari Biaya Perawatan Bayi, Warganet Buka Donasi

Pada 2016, Tom memulai debutnya di ajang balap resmi Yamaha Sunday Race (YSR) yang digelar di Sirkuit Sentul.

Meski hanya berhasil finis di posisi 20 besar, ia tidak patah semangat.

Tahun berikutnya, pria ini kembali mengikuti ajang yang sama. Walaupun start di posisi 16, Tom berhasil finish posisi pertama di YSR Seri 1 tahun 2017. 

"Ajang Yamaha Sunday Race/YSR tahun 2017 ada 4 seri dan saya berhasil meraih podium tiga kali, satu kali mengalami kegagalan akibat kerusakan mesin," tandasnya.

Setelah vakum beberapa tahun dari dunia balap, pada tahun 2023, Tom kembali berlaga di Sirkuit MotoGP Mandalika, Lombok, dalam ajang Yamaha Sunday Race. 

Dirinya sempat ragu karena sudah lama tidak berlatih di sirkuit tersebut, tapi ia tetap berkompetisi demi memberikan contoh kepada anak muda untuk meninggalkan balap liar.

Hasilnya, Tom berhasil meraih dua podium serta sukses dalam ajang endurance balapan selama dua jam penuh.  

Pada 2024, ia kembali turun di ajang Yamaha Sunday Race Mandalika yang terdiri dari dua seri.

Namun, di seri pertama, ia mengalami kecelakaan saat last lap akibat ditabrak pembalap lain saat memperebutkan posisi kedua. 

Meski gagal finis, ia bangkit di seri kedua dan berhasil meraih podium, menjadikannya penutup tahun yang manis.

Total, Bripda I Putu Adi Kartika Putra telah mengoleksi enam podium di ajang Yamaha Sunday Race serta satu podium dalam ajang balap ketahanan. 

Setiap kali meraih prestasi, ia selalu menyampaikan pesan kepada masyarakat, terutama generasi muda, untuk berhenti dari balap liar dan menjauhi narkoba.

"Stop Balap Liar dan Hindari Narkoba!" Pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#Bripda #Tom #Putu Adi