Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petugas dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor yang Timbun Saluran Irigasi di Banjarangkan

I Dewa Gede Rastana • Selasa, 11 Februari 2025 | 01:24 WIB
LONGSOR: BPBD, aparat Polsek Banjarangkan, TNI, serta warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup saluran irigasi di Subak Aan Dangin Desa, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan.
LONGSOR: BPBD, aparat Polsek Banjarangkan, TNI, serta warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup saluran irigasi di Subak Aan Dangin Desa, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan.

BALIEXPRESS.ID – Petugas BPBD, aparat Polsek Banjarangkan, TNI, serta warga bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup saluran irigasi di Subak Aan Dangin Desa, Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Senin (10/2/2025).

Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan cangkul dan sekop karena lokasi longsor yang jauh dari jalan utama dan medan yang cukup sulit, sehingga tidak memungkinkan penggunaan alat berat.


Tebalnya material longsor yang menutupi saluran irigasi selebar 2 meter membuat pekerjaan ini membutuhkan tenaga ekstra. Namun, tim BPBD tidak dapat mengerahkan seluruh personelnya karena harus menangani berbagai kejadian bencana lainnya di Klungkung.

"Maaf, Tim Reaksi Cepat (TRC) kami harus dibagi dua, sebagian menangani normalisasi sungai di Pau (Subak Aan), sebagian lagi menangani bencana lain," ujar Kepala BPBD Klungkung I Putu Widiada.

Longsor yang terjadi sejak Jumat (29/1/2025) lalu berdampak pada sekitar 24 hektar sawah di Subak Pau, mencakup Tempek Pau dan Tempek Bang Pegulingan, yang kini mengalami kekeringan. Padahal, para petani di Tempek Pau sedang bersiap memasuki musim tanam.


Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, menjelaskan bahwa material longsor yang menimbun saluran irigasi cukup tebal, sehingga diperlukan upaya ekstra untuk membersihkannya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, Kodim, dan Perbekel setempat untuk meminta bantuan dalam pembersihan material longsor ini," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa penanganan harus dilakukan secepatnya, mengingat petani di Tempek Pau sudah siap menanam padi. "Bibit padi sudah siap tanam, tinggal menunggu air saja," tambahnya.

Sementara itu, di wilayah Tempek Bang Pegulingan, kondisi masih memungkinkan karena petani baru saja selesai panen.

Juanida juga mengajak para petani ikut serta dalam kegiatan gotong royong agar proses pembersihan dapat berjalan lebih cepat.

Longsor ini sendiri diduga terjadi akibat kondisi tanah yang labil serta curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Klungkung selama beberapa hari terakhir.

Pemerintah berharap dengan kerja sama semua pihak, aliran irigasi bisa kembali normal sehingga tidak menghambat aktivitas pertanian di wilayah terdampak. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#gotong royong #irigasi #material #klungkung #Subak #longsor