BALIEXPRESS.ID- Plafon sisi barat gedung Loka Crana, Bangli, tiba-tiba jebol pada Senin (10/2/2025).
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian sekitar pukul 09.30 Wita itu, mengingat saat kejadian tidak ada aktivitas di area tersebut.
Meski demikian, peristiwa ini sempat mengejutkan dan membuat panik orang-orang di sekitar.
Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem di Tabanan, Longsor dan Pohon Tumbang Ganggu Akses Jalan
Salah satu saksi mata, Ni Nengah Sutresni, pedagang kantin di Loka Crana, menyaksikan langsung detik-detik plafon itu jebol.
“Saya lihat jebol dimulai dari sisi selatan, lalu merembet ke utara seperti ada yang menarik,” tutur Sutresni.
Suara runtuhan yang begitu keras membuat wanita berusia 36 tahun itu panik.
Ia khawatir genteng akan ikut berjatuhan. Dengan sigap, Sutresni menyelamatkan diri ke bawah meja.
“Saya panik dan takut masuk ke bawah meja sambil berteriak,” terangnya.
Sutresni menambahkan, sekitar dua pekan lalu, bagian plafon yang kini jebol sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan. “Waktu itu sudah ada jebol, tapi sedikit,” terangnya.
Sementara itu, pedagang lainnya, Anak Agung Puspawati, mengaku gemetar melihat kejadian tersebut.
“Suaranya keras, saya sampai gemetar sambil berteriak,” kata Puspawati.
Insiden itu juga membuat sejumlah pegawai yang berkantor di lokasi berlarian keluar ruangan.
Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bangli I Dewa Gede Anom Putra Sanjaya, membenarkan kejadian tersebut.
Ia menjelaskan bahwa area plafon yang jebol tersebut merupakan area kantin, sehingga tidak menganggu aktivitas perkantoran.
Seperti diketahui, gedung Loka Crana yang dulunya dimanfaatkan sebagai pasar ini telah beralih fungsi sebagai kantor pemerintahan.
Tiga OPD memanfaatkan gedung itu, yakni Badan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Anom Putra belum dapat memastikan penyebab plafon itu jebol. Dugaan sementara karena adanya pergeseran genteng akibat angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Peraih Diaspora Heroes BNI di Korsel Sukses Buka Usaha Hingga Kembangkan Warung Nusantara
Genteng yang bergeser memungkinkan air hujan menetes ke plafon hingga akhirnya jebol.
"Jika memang ada genteng yang bergeser, kami akan segera memanggil tukang untuk memperbaikinya," jelas Anom Putra. (*)
Editor : I Made Mertawan