Kadek Setiawan berasal dari Banjar Dinas Kelodan, Desa Penglatan, Kabupaten Buleleng, Ia lahir pada 25 Agustus 1969, dan tumbuh dalam keluarga sederhana yang mengandalkan hidup dari Bertani dan berjualan belayag untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ayahnya, almarhum Nengah Putraja, bekerja sebagai buruh tani sekaligus pedagang banteng (sapi) yang menjual ternaknya ke Pasar Beringkit.
Sementara itu, ibunya, almarhumah Nengah Kerti, dikenal sebagai penjual blayag di Pasar Kebon Kampung Baru.
Latar belakang keluarga yang sederhana ini membentuk jiwa kerja keras dan kemandirian dalam diri Kadek Setiawan sejak usia dini.
Dalam bidang pendidikan, Kadek Setiawan menyelesaikan jenjang Sekolah Dasar pada tahun 1982, diikuti oleh Sekolah Menengah Pertama pada tahun 1985, dan lulus dari Sekolah Menengah Atas pada tahun 1988.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Diploma III dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 1991.
Sebagai anak kelima dari enam bersaudara, Kadek Setiawan memiliki tekad kuat untuk memperbaiki taraf hidupnya.
Setiawan memulai kariernya sebagai pedagang keliling pada tahun 1996 hingga 2004, menjual palen-palen dan kerupuk lintas kabupaten.
Dari usaha ini, ia mendapatkan pengalaman dalam berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat, yang kelak menjadi modal penting dalam karier politiknya.
Tahun 2004 menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya ketika ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Buleleng dan ditempatkan di Komisi C. Perjalanan politiknya berlanjut dengan bertugas di Komisi D pada periode 2009-2014.
Kiprahnya semakin bersinar saat dipercaya menjadi anggota DPRD Provinsi Bali sejak 2014. Dalam perjalanannya di DPRD Provinsi Bali, Kadek Setiawan ditempatkan di Komisi IV pada periode 2014-2019.
Pada periode berikutnya, yaitu 2019-2024, ia dipercaya untuk duduk di Komisi III, yang kemudian kembali ia emban pada periode 2024 hingga sekarang.
Keberadaannya di lembaga legislatif menunjukkan konsistensinya dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali.
Selain perannya di pemerintahan, Kadek Setiawan juga aktif di dunia politik. Ia memulai kiprah politiknya sebagai Ketua Ranting PDI Perjuangan pada tahun 1998.
Karier politiknya semakin moncer ketika ia dipercaya menjadi Ketua PAC PDI Perjuangan pada periode 2005-2010.
Sejak 2010 hingga sekarang, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Kaderisasi DPC PDI Perjuangan.
Tak hanya di dunia politik, Kadek Setiawan juga aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan. Pada tahun 2002, ia menjabat sebagai Ketua BPD Desa Penglatan, yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua LKMD Desa Penglatan pada tahun 1920.
Keaktifannya dalam organisasi ini menunjukkan dedikasi tinggi terhadap pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Di luar politik dan pemerintahan, Kadek Setiawan juga memiliki kepedulian terhadap dunia olahraga.
Pada tahun 2023, ia terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Cabang Bali.
Jabatan ini menegaskan komitmennya dalam memajukan bidang olahraga, khususnya atletik, di Pulau Dewata.
Dibalik kesuksesan yang diraihnya, Kadek Setiawan adalah sosok keluarga yang harmonis. Ia menikah dengan I Dewa Ayu Ari Rucitra, S.Pd, dan dikaruniai empat orang anak, terdiri dari satu laki-laki dan tiga perempuan.
Kehidupan keluarganya yang hangat menjadi salah satu sumber inspirasi dalam menjalankan tugasnya sebagai wakil rakyat.
Kepada Bali Express (Jawa Pos Group) Setiawan tak menampik ada peran masyarakat yang begitu kuat mengantarkannya menjadi wakil rakyat sampai lima kali terpilih.
Sebagai orang yang lahir dari rakyat, ia pun mengaku wajib melayani masyarakat yang mengalami kesusahan.
“Sebagai wakil rakyat, kita adalah pelayan. Tegur sapa, menyamabraya, jika masyarakat yang saya wakili sakit kena musibah, wajib saya mendampingi agar dimudahkan urusannya,” katanya.
Tak hanya itu, Setiawan juga terkenal dengan politik belayagnya. Ia seringkali menyumbang belayag (sejenis makanan khas Buleleng) kepada konstituennya yang memiliki hajatan.
“Ini upaya menjalin komunikasi yang baik dengan masyarakat, keterbukaan sehingga kebersamaan tetap terjalin, sebagai bagian dari komitmen menjaga kepercayaan,” pungkasnya. (dik)
Editor : I Putu Mardika