BALIEXPRESS.ID - Cuaca ekstrem yang terjadi dua hari terakhir ini menimbulkan terjadinya bencana alam di Kabupaten Karangasem.
BPBD Karangasem mencatat kerugian yang akibat dampak cuaca ekstrem itu mencapai Rp1 miliar.
Kalaksa BPBD Karangasem IB Ketut Arimbawa membenarkan jumlah kerugian akibat cuaca ekstrem tersebut.
Kata dia, hingga Senin siang, terdapat 88 peristiwa yang dilaporkan.
"Sudah hampir Rp1 miliar kerugian yang ditimbulkan dampak cuaca ekstrim dalam dua hari ini," ujarnya.
Bencana alam yang terjadi diantaranya pohon tumbang dan tanah longsor.
Bahkan akibat kejadian itu, terjadi beberapa kerusakan bangunan warga maupun fasilitas umum.
"Laporan yang masuk tersebar hampir di seluruh wilayah kecamatan di Karangasem, bahkan dampak bencana juga menimbulkan korban jiwa," tandasnya.
Peristiwa yang paling menyita perhatian adalah kejadian yang terjadi di Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem.
Pohon aren tumbang menimpa masyarakat hingga meninggal dunia tiga orang dan enam lainnya luka-luka.
Arimbawa pun meminta kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem ini.
Sesuai prediksi BMKG, akan hujan deras disertai angin kencang perkirakan masih akan terjadi hingga 12 Februari 2025. (*)
Editor : I Made Mertawan