BALIEXPRESS.ID - Meninggalnya I Kadek Parwata akibat ditusuk oleh pria misterius di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kamis 13 Februari 2025 sekitar pukul 02.15, menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga.
Pantauan Bali Express Jawa Pos Grup, tampak pihak keluarga dan kerabat dari Kadek Parwata tengah duduk di rumah duka Jalan Nangka, Gang Pande Nomor 26C, Denpasar.
Kakak korban Gede Dana Putra pun menceritakan kisah pilu sang adik Kadek Parwata.
Sosok Parwata dikenal sebagai pribadi yang ramah dan mudah diajak bicara.
Pria yang bekerja sebagai Housekeeping di Restoran Si Circus itu adalah tulang punggung keluarganya dan kini meninggalkan istri, serta dua putri yang masih kecil-kecil.
"Anaknya dua perempuan masih kecil-kecil, satu kelas TK dan satu lagi baru kelas empat SD," tuturnya.
Mereka tidak menyangka, Parwata jadi korban penusukan.
Padahal, pria itu tidak mengenal pelaku, dan murni tidak punya masalah sama sekali dengannya.
Peristiwa bermula ketika korban melayat ke rumah ayah temannya yang meninggal.
"Pihak keluarga tidak punya firasat buruk apapun hari itu. Hanya, korban memang sempat dua kali menunda untuk melayat karena cuaca buruk," imbuhnya.
Sepulangnya dari melayat, anak kedua dari lima bersaudara tersebut dibonceng oleh temannya dan menyempatkan mampir di warung Auna untuk membeli minum.
Kala itu, Parwata maupun temannya tidak tahu bahwa sebelumnya pelaku sudah terlibat cekcok dengan orang lain di tempat kejadian perkara (TKP).
Tiba-tiba saja pelaku memaki-maki korban, kemudian menusuk menggunakan pisau.
"Perkiraan kami, Kadek (korban) dikira oleh pelaku sebagai saudara atau teman dari orang yang sebelumnya diajak berkelahi, padahal Kadek tidak tahu apa-apa," tandasnya.
Setelah insiden berdarah itu, korban langsung diantar oleh temannya menggunakan sepeda motor ke Rumah Sakit Darma Bakti.
Sayangnya sampai di sana, Parwata sudah dinyatakan meninggal dunia, diduga karena kehabisan darah.
"Pas naik motor sudah tidak sadar, kakinya lecet lecet keseret di aspal, sampai RS belum dapat penanganan apa-apa sudah meninggal. Lukanya itu di area lambung tembus punggung, kurang lebih dapat tujuh jahitan," bebernya.
Lebih lanjut, Gede Dana mengatakan bahwa jenazah adiknya dititip di RSUP Prof Dr IGNG Ngoerah Denpasar.
Rencananya, Parwata akan dimakamkan pada Minggu 16 Februari 2025 di kampung halamannya, Desa Antiga, Karangasem.
Pihak keluarga berharap agar pelakunya cepat tertangkap. Selain karena telah merenggut anggota keluarga mereka, tetapi juga sudah sangat meresahkan masyarakat.
Apalagi informasi sementara yang pihaknya terima, plat kendaraan yang pelaku pakai tidak ada datanya alias plat bodong. (*)
Editor : I Gede Paramasutha