Terungkap Motif Sadis Pembunuhan Seorang Pria oleh Tiga Perempuan di Bali: Puncak Pemicunya Tak Terduga
Dian Suryantini• Jumat, 14 Februari 2025 | 03:18 WIB
Tiga tersangka dan korban kasus mayat di jurang Pancasari, Buleleng, Bali.
BALIEXPRESS.ID - Pengungkapan kasus jasad pria di jurang hutan lindung Dusun Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, memunculkan pemicu yang tak terduga.
Identitas korban terungkap sebagai I Pande Gede Putra Palguna, yang ternyata menjadi korban pembunuhan sadis dengan tersangka tiga perempuan di Bali.
Polisi mengungkap kisah pilu di balik kematiannya yang bermula dari konflik bisnis hingga tuduhan pelecehan.
Mayat Ditemukan karena Suara Monyet Tak Biasa
Kisah ini bermula pada Senin (3/2/2025), saat pedagang makanan kera di sekitar hutan Pancasari dibuat penasaran oleh suara kawanan monyet yang tak lazim.
Rasa ingin tahu membawanya ke tepi jurang, di mana jasad Pande tersangkut di bawah batang pohon.
Awalnya, polisi menduga korban mengalami kecelakaan, namun hasil autopsi menguak fakta mengejutkan: luka bakar, bekas ikatan kabel ties di tangan dan kaki, serta rambut yang hangus terbakar.
“Sebelum korban meninggal, korban disiksa di kos tersangka,” ungkap Kapolres Buleleng, AKBP IB Widwan. S, Kamis (13/2) pagi.
Awal Mula Konflik: Bisnis Hotel hingga Uang Miliaran Rupiah
Semua bermula pada 2019, ketika Leni (53) meminta bantuan Pande untuk menjualkan hotel miliknya.
Seiring waktu, Pande terus meminta uang operasional hingga total Rp 5,4 miliar, lalu menghilang tanpa jejak.
Leni pun memerintahkan Oki (38) dan Intan (38) untuk mencari Pande.
Pencarian Panjang Berujung Maut
November 2024, Oki dan Intan menemukan Pande dan membawanya ke Denpasar.
Awalnya, hubungan mereka terlihat baik, bahkan Pande menumpang tinggal di kos Oki dan Intan di Jalan Gunung Soputan, Denpasar.
Namun, peminjaman uang sebesar Rp 60 juta oleh Pande memicu kemarahan keduanya, yang melapor ke Leni.
“Dengan berbagai alasan dan bujuk rayu si korban untuk bisa mengurus pengembalian hutang kepada tersangka Leni,” imbuh Kapolres Widwan.
Tuduhan Pelecehan Memicu Eksekusi Brutal
Kemarahan Leni memuncak saat mendengar rekaman telepon Pande yang mengaku diperkosa olehnya.
“Saat itu ada telepon dari seorang wanita ke Hp korban. Saat bertelepon itu, korban mengatakan telah diperkosa oleh tersangka Leni,” ungkapnya.
Tanpa ampun, Leni memerintahkan Oki dan Intan untuk menghabisi Pande.
Korban disiksa di kamar kos di Jalan Gunung Soputan hingga tewas. Tubuhnya lalu dibuang ke jurang Pancasari menggunakan mobil Brio kuning sewaan.
“Mobil itu disewa di wilayah Pedungan, Denpasar,” kata Kapolres Widwan.
Penangkapan Tiga Perempuan Eksekutor
Polisi yang curiga pada mobil yang mondar-mandir di sekitar TKP berdasarkan hasil penyelidikan saat penemuan jasad korban.
Akhirnya setelah melakukan penelusuran, polisi menangkap Leni, Oki, dan Intan pada Sabtu (8/2/2025).
Ketiganya kini menghadapi ancaman hukuman berat atas aksi keji mereka.
Bagaimana kelanjutan kasus ini? Apakah ada dalang lain di balik pembunuhan sadis ini? Nantikan update selengkapnya hanya di sini!