Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tokoh Masyarakat Jehem Datangi DPRD Bangli, Minta Perbaikan Jalan

I Made Mertawan • Jumat, 14 Februari 2025 | 15:00 WIB

 

Jalan penghubung penghubung Dusun Tambahan Kelod dengan Dusun Pembungan dan Pasekan jebol.
Jalan penghubung penghubung Dusun Tambahan Kelod dengan Dusun Pembungan dan Pasekan jebol.

BALIEXPRESS- Sejumlah tokoh masyarakat Desa Jehem, Kecamatan Tembuku, Bangli, mendatangi DPRD Bangli pada Kamis (13/2/2025).

Mereka mengadukan kondisi jalan di wilayahnya yang membutuhkan perhatian dari pemerintah.

Perbekel Jehem I Nengah Tesan Darmayasa mengatakan bahwa jalan yang perlu mendapat perhatian berada di jalur penghubung Dusun Tambahan Kelod dengan Dusun Pembungan dan Pasekan.

Di lokasi tersebut, terdapat bahu jalan yang jebol. Jika tidak segera diperbaiki, warga khawatir kerusakan akan semakin parah dan mengganggu akses lalu lintas.

Kerusakan tersebut telah terjadi sejak sekitar tahun 2019. Namun, hingga kini belum ada perhatian dari pemerintah.

Jika jalan itu sampai tidak bisa dilewati, warga Dusun Pembungan dan Pasekan berisiko terisolasi karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses mereka.

“Atas kondisi itu masyarakat kami langsung menghadap untuk mencari jalan keluar agar tidak terjadi longsor apalagi musim hujan seperti sekarang,” terang Tesan usai pertemuan.

Namun, dalam pertemuan yang dipimpin Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika, serta dihadiri Kepala Dinas PUPRKim Bangli Dewa Widnyana Maya beserta jajarannya dan Camat Tembuku Putu Sumardiana, mereka belum mendapatkan kepastian terkait perbaikan jalan tersebut.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, warga diajak bergotong royong untuk mencegah kerusakan semakin meluas.

Upaya yang dilakukan antara lain membersihkan saluran irigasi di pinggir jalan agar air tidak meluap ke jalan raya saat musim hujan, yang dapat memperparah kerusakan.

Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika membenarkan, pemerintah daerah belum dapat melakukan perbaikan dalam waktu dekat.

Hal ini disebabkan oleh tidak adanya perencanaan perbaikan dari Dinas PUPRKim tahun ini.

Suastikan menegaskan bahwa sebelum perbaikan dilakukan, perlu adanya perencanaan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan penganggaran.

“Solusinya jangka pendek PU gotong royong bersama masyarakat membersihkan drainase,” kata Suastika. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#Jalan Rusak #dprd bangli #Desa Jehem