Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Puluhan Sopir Angkutan Siswa Datangi Dishub Gianyar, Keluhkan Penurunan Pendapatan

I Wayan Ananda Mustika Putra • Jumat, 14 Februari 2025 | 14:00 WIB
Sopir angkutan siswa yang tergabung dalam Gianyar Aman mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar pada Kamis (13/2/2025).
Sopir angkutan siswa yang tergabung dalam Gianyar Aman mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar pada Kamis (13/2/2025).

BALIEXPRESSS.ID- Sekitar 70 sopir angkutan siswa yang tergabung dalam Gianyar Aman mendatangi kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar pada Kamis (13/2/2025).

Kedatangan sopir angkutan siswa ini bertujuan untuk menyampaikan keluhan terkait penurunan pendapatan yang mereka alami pada tahun 2025.

Salah seorang sopir angkutan siswa, Wayan Artana, mengungkapkan bahwa pendapatannya mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024, meskipun jam kerja atau trip mereka tetap sama, bahkan beberapa di antaranya bertambah.

“Dulu tripnya dua kali, pagi dan siang, sekarang tetap double trip tapi pendapatan menurun,” ungkap Artana.

Kedatangan para sopir angkutan siswa ini diterima langsung oleh Kepala Dinas Perhubungan Gianyar I Made Arianta.

Arianta menjelaskan bahwa perubahan pendapatan yang dialami oleh sebagian sopir disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain perubahan trayek, perubahan trip, dan perubahan sistem perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK).

Pada tahun sebelumnya, pembayaran BOK dilakukan berdasarkan dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi sore.

Hal ini menyebabkan sopir yang melayani dua sesi mendapatkan BOK dua kali lipat dibandingkan sopir yang hanya mendapatkan satu sesi.

“Tahun lalu kesenjangan sangat jauh. Dulu BOK dirancang 2 sesi, sesi pagi dan sesi sore. Jadi yang dapat 2 sesi, dapat BOK dua kali lipat dari teman sopir yang dapat hanya 1 sesi,” jelas Arianta.

Untuk mengatasi kesenjangan tersebut, pada tahun 2025, Dishub Gianyar melakukan kajian dan menyetarakan perhitungan BOK.

Tujuannya adalah untuk mengurangi perbedaan pendapatan antara sopir yang mendapatkan satu sesi dan dua sesi.

“Karena inilah, pendapatan teman-teman pramudi yang kemarin dapat 2 sesi itu terkesan menurun. Tapi di lain sisi pendapatan teman-teman yang hanya dapat 1 sesi cenderung meningkat,” kata Arianta.

Arianta juga menyampaikan bahwa sejak kebijakan BOK 1,5 ini diterapkan, ada 109 sopir yang pendapatannya meningkat dan 113 sopir yang pendapatannya menurun.

Namun, meskipun menurun, jumlah pendapatan sopir yang mendapatkan dua sesi rata-rata masih lebih tinggi daripada yang satu sesi.

“Sejak penerapan sistem ini, dulu yang trip-nya satu sesi dapat Rp160 ribu per hari, sekarang menjadi Rp 210 per hari. Dulu yang 2 sesi, contohnya ada yang dapat Rp 320 ribu sekarang setelah pola dirasionalisasi mendapatkan 280 ribu, jadi tetap masih lebih tinggi dari teman-teman yang dapat 1 sesi,” ungkapnya.

Selain itu, Arianta juga menjelaskan bahwa pada tahun 2025 ini, pihaknya melakukan peningkatan layanan dengan mengintensifkan penggunaan armada.

Hal ini menyebabkan sopir semakin banyak bekerja karena harus melayani lebih banyak sekolah dan siswa.

“Jadi memang dengan kebijakan ini sopir semakin capek karena kerjanya double, tapi pendapatannya juga meningkat. Inilah cara kami untuk memaksimalkan layanan agar sekolah dan siswa yang dilayani dapat bertambah,” ujarnya. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#sopir angkutan #gianyar #angkutan siswa