Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bayi Perempuan yang Ditemukan di Guliang Kangin Dikremasi Secara Hindu, Ini Alasannya

I Made Mertawan • Sabtu, 15 Februari 2025 | 00:23 WIB
Bayi yang ditemukan di Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli dikremasi Jumat (14/2/2025).
Bayi yang ditemukan di Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Bangli dikremasi Jumat (14/2/2025).

BALIEXPRESS.ID- Bayi perempuan yang ditemukan di Guliang Kangin, Desa Tamanbali, Kabupaten Bangli, dikremasi di Krematorium Bebalang, Bangli, pada Jumat (14/2/2025).

Upacara kremasi dilaksanakan sesuai dengan tradisi agama Hindu.

Penjabat Sekda Bangli I Made Ari Pulasari yang hadir dalam upacara tersebut, menjelaskan bahwa prosesi ini dilakukan setelah pihak kepolisian menyerahkan bayi tersebut kepada Dinas Sosial Bangli.

Upacara digelar secara Hindu karena bayi ditemukan di wilayah yang mayoritas penduduknya beragama Hindu.

Selain itu, sebelumnya telah dilakukan upacara meras anak (adopsi) sesuai Hindu, sehingga secara administratif bayi tersebut berstatus Hindu.

"Semoga bayi ini mendapatkan tempat di sisi-Nya," ujar Ari Pulasari.

Ia menambahkan bahwa seluruh biaya upacara ditanggung oleh pihak krematorium.

Sebab, Pemkab Bangli tidak menganggarkan biaya upacara bagi orang telantar pada tahun ini, sehingga pihaknya meminta bantuan dari krematorium.

Ketua Yayasan Krematorium I Nyoman Karsana  membenarkan, pihak yayasan menanggung biaya upacara tersebut.

Ia menegaskan bahwa keberadaan krematorium ini juga memiliki aspek sosial.

Bahkan, ini bukan pertama kalinya yayasan membantu proses kremasi bayi terlantar.

"Kami ingin yayasan ini menjadi solusi bagi umat Hindu maupun non-Hindu. Napas yayasan ini adalah bagaimana bisa memberikan bantuan," ujar Karsana yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Bebalang.

Ia menjelaskan bahwa upacara yang dilakukan untuk bayi tersebut disebut Ngelangkir, yaitu salah satu prosesi Pitra Yadnya yang diperuntukkan bagi bayi yang meninggal sebelum sempat diupacarai.

"Kalau jasadnya belum pernah diupacarai, disebut Ngelangkir. Tapi kalau sudah pernah diupacarai, tetapi belum tanggal gigi atau maketus, maka disebut Ngelungah," terangnya.

Bayi tersebut pertama kali ditemukan di garasi milik warga di Banjar Guliang Kangin, Desa Tamanbali, pada Senin (13/1/2025) sekitar pukul 17.00 Wita.

Saat itu, I Gusti Made Putra,55, dan Ni Luh Suartini,40, baru saja selesai mengerjakan proyek di Pura Tirtaharum.

Mereka bermaksud mengambil sepeda motor yang diparkir di garasi milik Pak Made.

Namun, mereka mendengar suara tangisan bayi. Setelah diperiksa, mereka menemukan seorang bayi tergeletak di lantai, tepat di depan mobil yang terparkir.

Warga setempat, I Ketut Darmaja, bersama istri dan seorang lainnya segera membawa bayi tersebut ke RSUD Bangli untuk mendapatkan perawatan.

Sayangnya, setelah hampir sepekan dirawat, bayi yang diberi nama Arunika oleh pihak RSUD itu meninggal dunia.

"Kasus ini masih dalam penyelidikan. Pelaku yang membuang bayi tersebut belum terungkap," kata Kapolsek Bangli, Kompol Dewa Made Suryatmaja. (*)

 

 

Editor : I Made Mertawan
#kremasi #bangli #hindu #penemuan bayi