BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) telah menyalurkan dana kerativitas sekaa teruna dan yowana.
Dana yang digunakan untuk pembuatan ogoh-ogoh ini pun diharapkan digunakan sebaik mungkin, sekaligus mendukung tradisi budaya secara berkelanjutan. Terlebih ogoh-ogoh terbaik akan diberikan hadiah dari lomba yang dilaksanakan.
Kadisbud Badung, I Gde Eka Sudarwitha mengatakan, dana kreativitas telah diserahkan kepada 581 sekaa teruna dan yowana di Badung. Total dana yang telah diserahkan sebesar Rp 14 miliar lebih. Ia pun meminta agar ogoh-ogoh yang dibuat menggunakan bahan alami yang ramah lingkungan.
“Ogoh-ogoh harus dibuat sendiri oleh masing-masing kelompok, tidak boleh membeli atau menggunakan ogoh-ogoh dari tahun sebelumnya,” ujar Sudarwitha, Jumat (14/2/2025) .
Menurutnyq, ogoh-ogoh tersebut akan dinilai secara berjenjang. Nantinya akan ada 21 ogoh-ogoh terbaik yang akan ditampilkan dalam pawai yang direncanakan di areal Puspem Badung.
“Kalau tahun-tahun sebelumnya kita hanya melombakan pembuatan ogoh-ogoh sampai jadi. Nah tahun ini kami akan menggelar lomba terhadap 21 karya terbaik untuk diikutkan dalam Festival atau pawai Ogoh-ogoh Kabupaten Badung,” ungkapnya.
Untuk waktu pelaksanaannya, secara dua hari pada 21-22 Maret 2025. Namun untuk tempat pelaksanananya saat ini masih menunggu kepastian. “Memang masih simulasi, tapi rencananya seperti itu. Ada alternatif lain apakah di Pantai Kuta atau di tempat lain, tetapi kelihatannya untuk kali ini rencananya di Puspem Badung,” terang mantan Camat Petang ini.
Sementara terkait pawai di masing-masih wilayah, Sudarwitha mengimbau, agar dikoordinir oleh bendesa adat atau perbekel dan lurah. Sehingga pawai ogoh-ogoh saat malam Pengerupukan dapat dinikmati oleh seluruh kelompok atau segmen keluarga.
“Kami akan memastikan, karena kalau melewati jam 11 malam, otomatis akan didiskualifikasi dari penilaian dan juga untuk tahun berikutnya mungkin tidak diikutkan lagi dalam lomba,” jelasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana