BALIEXPRESS.ID- Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 27,6 miliar yang seharusnya diterima Dinas PUPRKim Bangli dipangkas akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Dampaknya, sejumlah kegiatan yang telah dirancang Pemkab Bangli terancam dibatalkan.
Penjabat Sekda Bangli I Made Ari Pulasari memaparkan bahwa DAK sebesar Rp27,6 miliar sebelumnya telah dirancang untuk proyek fisik di Dinas PUPRKim.
Dari jumlah tersebut, Rp4,49 miliar dialokasikan untuk irigasi, sementara Rp23,10 miliar untuk proyek fisik jalan.
“Ini kena efisiensi kebijakan pemerintah pusat. Semuanya nol,” terang Ari Pulasari.
Ari Pulasari belum dapat memastikan kelanjutan kegiatan fisik yang sebelumnya bergantung pada DAK.
Sebab, Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak akan mampu menggantikan dana tersebut, mengingat masih banyak kebutuhan lain yang harus diprioritaskan pemerintah.
Terlebih, sejumlah kegiatan lain yang semula direncanakan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat juga turut dipangkas.
“Selama ini, kegiatan fisik ke-PU-an, pemerintah daerah memang bergantung dari DAK pusat,” tegasnya.
Selain pemangkasan dana DAK, pemerintah daerah juga wajib melakukan efisiensi anggaran sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan belanja negara.
Dalam Inpres tersebut, beberapa kegiatan yang harus efisiensi antara lain perjalanan dinas sebesar 50 persen, kegiatan rapat, pengadaan alat tulis kantor, hibah, dan lainnya.
“Kami sudah mulai melakukan efisiensi sesuai Inpres,” kata Ari Pulasari.
Ia mencontohkan bahwa anggaran perjalanan dinas di eksekutif yang sebelumnya dialokasikan Rp9 miliar kini berkurang menjadi Rp4,5 miliar.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyisir dan meninjau kembali kegiatan di masing-masing OPD.
Hasil efisiensi tersebut nantinya akan dialokasikan untuk membiayai kegiatan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Namun, pergeseran anggaran baru akan dipastikan setelah bupati selesai mengikuti retret.
“Kami masih menunggu arahan dari Bapak Bupati setelah mengikuti pembekalan atau retret. Mungkin di sana akan ada arahan khusus dari Bapak Presiden,” terangnya. (*)
Editor : I Made Mertawan