Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ngurah Arya Akan Hadiri 150 Undangan Naur Sesangi, Dua Diantaranya Langsung Siapkan Babi Guling

Dian Suryantini • Selasa, 18 Februari 2025 | 16:00 WIB

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya.
Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ketut Ngurah Arya.

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Dalam politik, janji biasanya identik dengan kampanye. Namun bagi Ketua DPRD Kabupaten Buleleng, Ngurah Arya, janji yang satu ini agak berbeda. Bukan janji politik, melainkan janji spiritual. Demi memenuhi nazar dua orang teman, Ngurah Arya harus merogoh kocek untuk membayar kaul berupa dua ekor babi guling.

Semua bermula ketika seorang teman dekatnya bernazar bahwa jika ia lolos sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), maka bukan dia yang akan membayar kaulnya, melainkan Ngurah Arya. Hasilnya? Temannya itu lolos, dan seperti dalam cerita wayang, Sang Ketua DPRD tak bisa mengelak dari takdir.

“Ya, namanya juga sudah janji, ya harus ditepati. Kalau tidak, nanti bisa kena apes,” ujar Ngurah Arya sambil tersenyum pasrah.

Bukan hanya soal babi guling, ternyata tugasnya sebagai pejabat juga membuatnya harus hadir dalam 150 ritual keagamaan di Kecamatan Gerokgak, Buleleng. Sebagai seorang pemimpin yang dekat dengan masyarakat, ia kerap diundang dalam berbagai upacara adat sekaligus diminta menarik peras. 

Lagi-lagi, ini bukan semata-mata karena posisinya, tetapi karena nazar yang dibuat oleh para pegawai yang lolos seleksi P3K. Begitu banyak orang bernazar untuk kelulusannya, Ngurah Arya mesti berkeliling memenuhi tugas spiritual itu.

“Tapi kalau sudah menyangkut adat dan tradisi, ya mau bagaimana lagi? Kalau tidak dibayar, nanti ada yang bilang saya melanggar kaul,” lanjutnya dengan nada bercanda.

Baca Juga: Ngurah Arya Sentil Kinerja Pegawai di DPRD Kabupaten Buleleng

Di Bali, kaul atau sesangi memang bukan perkara sepele. Dalam kepercayaan Hindu, nazar yang sudah diucapkan harus dipenuhi, jika tidak, dipercaya bisa membawa kesialan. Jadi, meskipun mungkin terasa lucu bahwa seorang pejabat harus memenuhi janji orang lain, hal ini bukanlah sesuatu yang bisa diabaikan.

Meski harus membayar dua ekor babi guling dan hadir di ratusan upacara, Ngurah Arya tetap menerimanya dengan hati lapang. Baginya, ini bukan sekadar memenuhi janji, tetapi juga bentuk syukur dan kepedulian terhadap masyarakat.

“Yang jelas, ke depan saya mungkin akan lebih berhati-hati saat ada yang tiba-tiba bernazar atas nama saya. Karena, seperti kata pepatah, janji adalah hutang, dan kaul harus dibayar. Saya ucapkan selamat untuk para P3K,” ungkapnya. ***

Editor : Dian Suryantini
#babi guling #DPRD #gerokgak #Nazar #politik #buleleng