Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pelarian Pembunuh Kadek Parwata Berakhir di Tanjung Perak, Begini Upaya Bastomi Lari dari Sergapan Polisi

I Made Mertawan • Selasa, 18 Februari 2025 | 14:22 WIB
TERSANGKA: Bastomi Prasetiawan. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
TERSANGKA: Bastomi Prasetiawan. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID- Bastomi Prasetiawan,33, kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan terhadap Kadek Parwata,31.

Peristiwa tragis ini terjadi di depan Warung Auna, Jalan Nangka Utara, Banjar Tanguntiti, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali pada Kamis (13/2/2025).

Kasat Reskrim Polresta Denpasar  Kompol Laurens Rajamangapul Heselo, mengungkapkan bahwa Bastomi selalu membawa pisau dalam sarung hitam ke mana pun dia pergi.

Kejadian bermula ketika tersangka yang sedang melintas di Jalan Nangka Utara sekitar pukul 02.15 Wita, terlibat senggolan dengan motor seorang remaja bernama Darma,19.

Bastomi yang saat itu berada di bawah pengaruh narkoba langsung emosi dan menabrak Darma yang tengah berhenti berbelanja di Warung Auna.

Tidak hanya itu, Bastomi juga memukul kepala Darma hingga helmnya terlepas.

Pelaku bahkan mengeluarkan pisau, namun aksinya sempat dilerai oleh pemilik warung.

Tak lama kemudian, Kadek Parwata datang bersama seorang rekannya untuk membeli minuman. "Korban dikira teman saksi tersebut," imbuh Laurens.

Bastomi tanpa basa-basi langsung menikamnya di bagian punggung hingga menembus paru-paru.

Akibat luka parah dan kehabisan darah, Kadek Parwata meninggal dunia sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Setelah melakukan aksinya, Bastomi melarikan diri. Motor milik bosnya ia tinggalkan di Pasar Wangaya, Denpasar Utara dengan alasan kehabisan bensin.

Pisau yang digunakan menikam Kadek Parwata juga diletakkan di lokasi tersebut.

Pelariannya berlanjut hingga ke Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, dengan menumpang truk pada Kamis pagi sekitar pukul 04.00 Wita.

Polisi bergerak cepat dengan membentuk tim gabungan dari Polda Bali, Polresta Denpasar, dan Polsek Kuta Utara untuk mengejar pelaku.

Berdasarkan data yang dikumpulkan, termasuk nomor pelat motor tersangka, petugas menggeledah kamar kos Bastomi di Guwang, Gianyar, dan menemukan barang bukti berupa motor serta pisau yang digunakan dalam pembunuhan tersebut.

Kejar-kejaran antara Bastomi dan pihak kepolisian terus berlanjut.

Ia sempat berpindah ke Banyuwangi, namun kembali melarikan diri ke Jember pada Jumat (15/2/2025).

Tersangka Banyuwangi ini selanjutnya bergerak ke Surabaya.

Petugas yang terus membuntuti akhirnya menemukan Bastomi di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, saat ia hendak kabur ke Kalimantan.

Pihak kepolisian akhirnya menangkap Bastomi dan memberikan tindakan tegas dengan menembak kedua kakinya agar tidak melarikan diri lagi. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #pembunuhan #Kadek Parwata