BALIEXPRESS.ID - RSD Mangusada merancang akan membuka pelayanan radioterapi untuk pasien kanker.
Layanan ini rencananya akan beroperasi sekitar September 2025 di Gedung F rumah sakit setempat.
Namun RSD Mangusada diminta mencari rekanan dalam penyediaa alat terapi pasien kanker tersebut.
Baca Juga: Bali Dipilih Jadi Home Base Team Asian Union TCS Racing 2025
Direktur Utama RSD Mangusada, dr. I Wayan Darta mengatakan, pihaknya telah mengajukan keperluan anggaran tahun 2025 kepada Pemkab Badung.
Dari pengajuan tersebut diharapkan RSD Mangusada menghemat anggaran.
Sehingga pengadaan alat radioterapi ini pun akan menerapkan Kerja Sama Operasi (KSO).
Baca Juga: Jalan Nusa Dua Selatan Memprihatinkan, Berlubang dan LPJU Mati
“Kami diberikan Rp 185 miliar termasuk untuk alat kesehatan, gaji, pengadaan obat, alat habis pakai. Untuk pembelian alat yang mahal yang masih bisa KSO kami pakai itu, sehingga disarankan memilih KSO untuk pengadaan radioterapi,” ujar dr. Darta, Selasa (18/2).
Pihaknya menyebutkan, untuk pembelian alat radioterapi ini akan menggunakan anggaran Rp 107 miliar.
Sebab untuk pengoperasiannya diperlukan tiga alat, meliputi linac, simulator, dan brachy therapy.
Baca Juga: Evakuasi Warga Mengamuk, Anggota TNI-Polri Disabet Samurai: Kejadiannya Sangat Mencekam
“Mei baru kami pasang, nanti September kira-kira baru kami bisa beroperasi, kalau dapat rekanan yang cocok. Karena mencari yang cocok kan perlu ada win win solution,” ungkapnya.
Selain mencari rekanan untuk KSO, dr. Darta mengaku, kini masih melakukan sejumlah persiapan.
Mulai dari pelatihan staf yang akan bertugas, mencari konsultan, dan persiapan ruangan.
“Yang penting SDM yang utama ya. Kedua sarana prasarana pendukungnya. Ketiga sistemnya. Karena alatnya terlalu canggih,” terang mantan Kabid Kesmas, Dinkes Badung tersebut.
Disinggung pelayanan radioterapi untuk pasien pengguna BPJS Kesehatan, pihaknya pun menjelaskan, akan menerima seluruh pasien yang memerlukan.
Apalagi layanan radioterapi untuk pasien kanker ini memerlukan waktu yang cukup lama.
“Nanti lokasinya layanan radioterapi di Gedung F. Kalau sudah dibuka, mungkin sehari bisa melayani 50-80 pasien,” imbuhnya. (*)
Editor : Putu Resa Kertawedangga