BALIEXPRESS.ID - Bastomi Prasetyawan alias Mas Pras (33), seorang pekerja bengkel yang juga berjualan ikan, resmi ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan I Kadek Parwata (31) di Denpasar, Bali.
Polisi menetapkannya sebagai tersangka pada Selasa (18/2/2025) pukul 14.00 WITA setelah pemeriksaan intensif.
Pembunuhan Brutal Akibat Salah Paham
Berdasarkan hasil penyelidikan, Mas Pras menusuk korban sebanyak tiga kali dan menggoresnya sekali, dengan luka paling fatal di punggung kiri yang tembus hingga paru-paru bagian bawah.
Kombes Pol Muhammad Iqbal Simatupang mengungkapkan bahwa pelaku tidak mengenal korban.
Ia mengira Parwata bersama temannya sedang mencarinya terkait insiden penganiayaan sebelumnya terhadap Made Darma Wisasa (19).
"Pelaku mengaku menusuk korban karena salah paham. Ia sempat melakukan penganiayaan terhadap korban lain sebelumnya," ujar Kombes Iqbal.
Diburu hingga Surabaya, Dua Kaki Ditembak
Setelah insiden penusukan yang terjadi di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Denpasar Utara pada Kamis (13/2/2025) pukul 01.30 WITA, Mas Pras melarikan diri. Polisi mulai memburu jejaknya setelah menemukan motor yang ditinggalkan di Pasar Wangaya.
Dari pelacakan nomor kendaraan, polisi mengarah pada Mas Pras yang diketahui kabur ke Banyuwangi, lalu ke Jember, hingga akhirnya ditemukan di Terminal Bus Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Saat hendak diamankan, pelaku sempat berusaha kabur dan melawan petugas, sehingga polisi terpaksa menembak kedua kakinya.
"Dia berniat kabur ke Tarakan, Kalimantan, tapi kami berhasil menangkapnya sebelum itu terjadi," kata Kombes Iqbal.
Dibawah Pengaruh Narkoba
Selain diliputi amarah, Mas Pras ternyata dalam pengaruh narkoba saat kejadian.
Meskipun tidak ditemukan barang bukti narkotika, hasil tes urine menunjukkan ia positif menggunakan zat terlarang.
Kini, pria berstatus duda itu harus menghadapi konsekuensi atas aksinya.
Polisi telah mengamankan pisau berlumuran darah sebagai barang bukti.
Dengan kasus ini, masyarakat Denpasar diingatkan untuk lebih waspada terhadap ancaman kejahatan yang bisa terjadi kapan saja. ***
Baca Juga: Dana Bangun Ekosistem Ekonomi Digital yang Aman dan Inklusif di Indonesia
Editor : I Putu Suyatra