BALIEXPRESS.ID - Pabrik produk air minum dalam kemasan “Baliss” milik Pemkab Badung yang diproduksi oleh anak perusahaan Perumda Air Minum Tirta Mangutama, PT Badung Hebat Jaya telah diresmikan.
Namun produk air minum dari PDAM Badung ini masih harus menunggu izin edar sebelum dapat dipasarkan secara massal.
Direktur Utama PT Badung Hebat Jaya, Putu Gede Saputra, pun telah mengakui saat ini produk air minum Baliss masih dalam tahap pengurusan izin edar. Meski demikian ia menyebutkan telah memiliki segmen pasar yang jelas.
“Kami mengikuti regulasi yang ada, sebelum memperoleh izin edar, produk kami belum bisa diedarkan. Setelah izin edar diperoleh, kami siap untuk memproduksi dan mendistribusikannya,” ujar Saputra.
Pihaknya pun menargetkan, perolehan izin edar diharapkan dapat tercapai Maret 2025. Proses perizinan diakui saat ini lebih kompleks sebab harus melewati sistem aplikasi dengan persyaratan yang lebih ketat. “Meskipun menjadi kendala, kami optimis proses ini dapat diselesaikan dengan cepat,” ungkapnya.
Meski belum memperoleh izin edar, Wakil Ketua DPRD Badung, Made Sunarta telah menyampaikan apresiasi atas langkah dari PDAM Badung. apalagi potensi pasar yang dimiliki sangat besar ditambah dukungan dari sektor pariwisata. “Ini merupakan langkah luar biasa. Kami yakin PDAM, melalui anak perusahaannya, PT Badung Hebat Jaya, dapat menjalankan usaha ini dengan baik,” papar Sunarta.
Pihaknya menilai, produk air minum Baliss memiliki keunggulan dalam kualitas produksi dan desain kemasan yang menarik. Namun, ia menekankan strategi pemasaran yang tepat serta harga yang bersaing akan menjadi faktor utama dalam kesuksesan produk ini. Politisi asal Abianbase ini mengharapkan, agar Pemkab Badung turut serta dalam mendorong penggunaan produk air minum dalam kemasan ini, terutama di instansi pemerintah dan lingkungan masyarakat.
“Kami akan mengusulkan agar ada dukungan berupa regulasi, seperti Peraturan Daerah (Perda), Peraturan Bupati (Perbup), atau Surat Keputusan (SK), yang mengatur penggunaan produk lokal ini. Dengan demikian, akan ada keberpihakan terhadap usaha PDAM, yang nantinya dapat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Badung,” pungkasnya. (*)
Editor : I Dewa Gede Rastana