Rencana Pembangunan Jalan Lingkungan Awen, Bali Terancam Gagal, Anggaran Rp 22 Miliar Tiba-tiba Lenyap: Proyek Lain di Jembrana Juga Bernasib Sama
I Putu Suyatra• Minggu, 23 Februari 2025 | 03:05 WIB
KONDISI RUSAK BERAT: Kondisi jalan di Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Jembrana.(m.basir/radar bali)
BALIEXPRESS.ID - Harapan warga Kelurahan Lelateng, Jembrana, Bali untuk menikmati jalan mulus tampaknya semakin jauh dari kenyataan.
Rencana pembangunan jalan Lingkungan Awen yang telah dinanti-nantikan, kini terancam batal akibat pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat.
Proyek senilai Rp 22 miliar yang telah melalui proses lelang pada tahun 2024, tiba-tiba 'lenyap' alias dibatalkan meski pemenang tender sudah ditetapkan.
Anggaran yang semula dialokasikan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) mendadak ditarik, menghentikan langkah awal pembangunan sebelum kontrak resmi ditandatangani.
Kepala Bidang Bina Marga, Gede Sony Indrawan, mengungkapkan bahwa masyarakat sudah berkorban demi proyek ini.
Sejumlah pohon produktif milik Banjar Adat rela ditebang demi pelebaran jalan, dengan harapan akses menuju Desa Pengambengan menjadi lebih baik.
Sosialisasi pun sudah dilakukan, bahkan didukung penuh oleh mantan Bupati Jembrana, I Nengah Tamba.
Namun, realitas berkata lain. Dengan adanya pemangkasan anggaran negara, peluang mendapatkan dana pembangunan semakin tipis.
"Logikanya kalau anggaran rutin saja dikurangi, pesimis bisa dapat anggaran untuk pembangunan jalan itu lagi," ujar Sony dengan nada kecewa.
Pemotongan Transfer Pusat Membebani Daerah
Tidak hanya proyek jalan Awen, pemotongan Dana Alokasi Umum (DAU) Specific Grant (SG) sebesar Rp 21,1 miliar dan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik sebesar Rp 7,8 miliar turut menggagalkan berbagai proyek vital lainnya.
Pembangunan Jembatan Pangkung Sekarkejula sepanjang 20 meter senilai Rp 3,1 miliar terpaksa ditunda.
Begitu pula dengan rehabilitasi 5 ruas jalan sepanjang 4,91 kilometer yang harus menunggu hingga anggaran tersedia.
"Kalau anggaran perubahan 2025 tidak memungkinkan, bisa jadi baru terealisasi di tahun anggaran 2026," tambahnya.
Kondisi ini semakin memperburuk keresahan warga yang harus berjuang melintasi jalan rusak setiap harinya.
Mereka berharap pemerintah daerah tidak menyerah dan terus memperjuangkan anggaran agar proyek-proyek vital ini bisa kembali dilanjutkan.
Harapan yang Belum Padam
Meski dihantam kendala anggaran, Pemkab Jembrana tetap berupaya mengusulkan kembali proyek perbaikan jalan dan jembatan ke pemerintah pusat.
Mengingat kondisi jalan yang semakin membahayakan pengguna, langkah ini dinilai mendesak.
"Kuncinya ada di anggaran. Kalau ada dana, pasti rencana perbaikan jalan terlaksana," tegas Sony.
Apakah pembangunan jalan Lingkungan Awen bisa bangkit dari keterpurukan? Ataukah warga harus terus bersabar hingga tahun 2026?
Yang jelas, mata masyarakat kini tertuju pada langkah berikutnya yang akan diambil pemerintah.
Semoga harapan warga Jembrana untuk mendapatkan akses jalan yang layak tidak sekadar menjadi mimpi yang terus tertunda. ***