Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Terdampak Efisiensi, Okupansi Hotel di Badung Dapat Menurun

Putu Resa Kertawedangga • Senin, 24 Februari 2025 | 02:05 WIB

Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya.
Ketua PHRI Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya.

BALIEXPRESS.ID - Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah pusat dipastikan akan berdampak cukup signifikan pada industri pariwisata khususnya Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Hal ini pun sangat berdampak bagi okupansi dari hotel-hotel yang ada di Kabupaten Badung.

Terlebih cukup banyak rencana MICE di tahun 2025 yang dibatalkan oleh kementerian.

Baca Juga: Disambut Antusias, Uji KIR Keliling di Terminal Mengwi Layani Hingga 10 Kendaraan Sehari

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, I Gusti Agung Rai Suryawijaya mengatakan, dari adanya efiesiensi anggaran bagi wisata MICE di Kabupaten Badung.

Apalagi sudah ada pembatalan dadi pelaksanaan MICE.

“Dampak dari efisiensi anggaran ini akan berdampak cukup signifikan terhadap wisata MICE. Rencana MICE di tahun 2025 ini lumayan banyak yang dibatalkan atau cancelled dari kementrian,” ujar Suryawijaya saat dikonfirmasi Minggu (23/2).

Baca Juga: KETERLALUAN! Dua Pikap Parkir di Garasi Rumah Diembat Pencuri Sekaligus: Begini Cara Pelaku Beraksi

Pihaknya menyebutkan, kebijakan ini juga nantinya akan berdampak terhadap penurunan okupansi rate hotel.

Dari sisi SDM, pekerja di bidang MICE juga paling besar yang akan terdampak.

Hal ini juga menjadi dilema di tengah pemerintah menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan yang masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Polisi Kantongi Identitas Terduga Pelaku Pembunuhan di Jimbaran, Keterangan Buruh Proyek Jadi Petunjuk

“Ini juga akan berdampak juga terhadap UMKM, serta kemungkinan juga akan mengurangi karyawan khususnya yang bekerja di bidang MICE,” ungkapnya.

Dari berkurangnya agenda MICE di hotel imbas kebijakan efisiensi ini membuat pelaku pariwisata harus putar otak.

Bahkan PHRI pun berusaha mengatur strategi dengan mencari internasional event atau MICE dari luar negeri.

“PHRI juga berusaha untuk meningkatkan wisatawan leisure (yang liburan) untuk meningkatkan okupansi hotel sebagai pengganti wisatawan MICE. Selain itu pula, berupaya meningkatkan pangsa pasar bekerjasama dengan wholeseller, travel agent, airlines, dan lain-lain,” terangnya.

Lebih lanjut Suryawijaya sangat berharap, agar kebijakan efisiensi anggaran ini ditinjau ulang dalam APBN Perubahan.

Selain itu, PHRI juga mengharapkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk bekerja keras menambah direct flight ke Bali.

“Kemenpar dan industri harus berkolaborasi untuk mempromosikan Bali dan Indonesia secara masif,” imbuhnya. (*)

Editor : Putu Resa Kertawedangga
#mice #pariwisata #hotel #Efisiensi #phri