BALIEXPRESS.ID - Menanggapi video viral yang memperlihatkan mega proyek pembangunan hotel di Pantai Kedonganan, Senator DPD RI, Ni Luh Djelantik, menyampaikan tanggapannya melalui akun Instagram pribadinya, @niluhdjelantik.
Dalam unggahannya, ia mempertanyakan legalitas proyek tersebut, menyoroti potensi dampak lingkungan, dan meminta klarifikasi dari Pemkab Badung.
Baca Juga: Pencurian di Proyek Vila Sukawati Terungkap, Pelaku Ditangkap saat Kabur Lewat Pelabuhan Gilimanuk
"Bali hancur bukan saja di tangan orang asing, tapi juga di tangan oknum yang memberikan izin. Ini pake OSS atau izin pemerintah daerah? Rakyat berhak tahu karena alam Bali yang sedang dikoyak-koyak !!!" tulis Ni Luh Djelantik dalam akun Instagramnya.
Ni Luh Djelantik juga menanyakan beberapa hal terkait proyek tersebut, seperti jenis bangunan, jarak sempadan bangunan ke pantai, Koefisien Dasar Bangunan (KDB), tinggi bangunan, dan pihak yang mengeluarkan izin.
Ia secara khusus meminta klarifikasi dari Pemkab Badung, Bupati, dan Wakil Bupati.
Unggahan Ni Luh Djelantik ini merupakan tanggapan terhadap video yang diunggah oleh akun @dewatanewsofficial yang memperlihatkan proyek pembangunan hotel yang terlihat dari Pantai Kedonganan.
Akun tersebut juga mempertanyakan apakah proyek tersebut baru atau sudah lama berlangsung, serta menyoroti bangunan yang seolah-olah berada di sempadan pantai.
"Om Swastyastu. Niki bangunan napi nggih? Sempadan bangunan ke pantai jaraknya berapa? KDB% berapa? Tinggi bangunan? Siapa yang keluarkan izinnya?" tanya Ni Luh Djelantik dalam unggahannya.
Baca Juga: Truk Tertimpa Dahan Pohon di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem
Ni Luh Djelantik dikenal sebagai tokoh yang kritis terhadap pembangunan yang dianggap merusak lingkungan dan budaya Bali.
Sebelumnya, ia juga sempat menyoroti proyek bianglala raksasa di tengah persawahan yang dianggap mengganggu privasi penduduk dan menyebabkan kemacetan.
Terkait hal ini, Ni Luh Djelantik meminta pihak berwenang untuk melakukan penertiban dan meminta proyek tersebut dihentikan.
Baca Juga: Setra di Sayan Gianyar Dijadikan Tempat Pembuangan Puing Bikin Warga Geram, Sebuah Truk Terekam CCTV
Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap berbagai proyek pembangunan di Bali yang dinilai kontroversial dan berpotensi merusak lingkungan.
Editor : Wiwin Meliana